Perang Drone di Timur Tengah Bisa Picu Perang Lebih Besar

Kamis, 29 Agustus 2019 08:14 Reporter : Pandasurya Wijaya
Perang Drone di Timur Tengah Bisa Picu Perang Lebih Besar drone AS RQ-4 Global Hawk. ©Flickr/US Air Force

Merdeka.com - Sejak Amerika Serikat memutuskan mundur dari kesepakatan nuklir Iran tahun lalu sejumlah serangan militer dan ancaman meningkat di Timur Tengah, dari mulai pesawat nirawak (drone) yang diterbangkan sekutu Iran dan AS di kawasan paling bergolak di muka bumi itu, termasuk Israel.

Dilansir dari laman Haaretz, Selasa (27/8), kemampuan drone yang bisa terbang tanpa membutuhkan pilot dan berukuran kecil hingga bisa menghindari deteksi sistem radar pertahanan, membuat alat militer ini kian sering digunakan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran di Timur Tengah. Ancaman perang lebih besar kian tak terhindarkan.

Suriah

Jet tempur Israel menyerang sejumlah target di Suriah hampir setiap pekan, termasuk pada Sabtu malam lalu. Alasan Israel selalu sama: mereka ingin mencegah serangan drone Iran yang diterbangkan dari Suriah.

Israel mengatakan drone Iran di Suriah itu sama dengan yang digunakan pemberontak Huthi di Yaman. Drone yang membawa bom bisa diterbangkan menuju lokasi tertentu yang sudah diprogram sebelumnya untuk kemudian meledak ketika menghantam target atau melepaskan bom itu ke titik target.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang akan menghadapi pemilu September ini menyitir ayat dalam kitab suci Talmud: Jika ada orang yang akan membunuhmu maka bunuh dia lebih dulu.

Minggu lalu militer Israel merilis peta yang dikatakan memuat jalur pasokan untuk mengirimkan drone Iran ke Suriah. Ini termasuk apa yang Israel sebut sebagai lokasi peluncuran drone di Desa Aqraba, Suriah dan juga di lokasi lain di desa Arneh, tempat yang sebelumnya diduga menjadi peluncuran drone Iran dan sudah dilumpuhkan.

Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan Israel masih memantau pergerakan drone Iran dan melancarkan serangan ketika sudah cukup jelas garda Revolusi berencana meluncurkan dronenya. Menurut Conricus lebih mudah menghancurkan drone itu ketika masih di darat ketimbang ketika sudah terbang karena perlengkapan militer itu termasuk sulit dideteksi jika sudah terbang.

"Kami tahu Pasukan Quds (Iran) meluangkan banyak waktu dan tenaga untuk mengeksekusi rencana ini," kata dia.

Iran membantah serangan Israel di Suriah ini mengenai pasukannya.

©Houthi Media Office/Handout via REUTERS

Libanon

Kantor berita pemerintah Libanon mengatakan jet tempur Israel menyerang sebuah pangkalan di Palestina sebelah timur dekat perbatasan Suriah pada Senin pagi lalu.

Laporan media Libanon itu mengatakan ada tiga serangan pada Senin pagi, berselang beberapa menit, dan mengenai basis Barisan Populer untuk Kemerdekaan Palestina, kelompok organisasi yang didukung Suriah.

Jet tempur Israel juga sehari sebelumnya terbang di langit Beirut setelah Israel diduga kehilangan dua drone mereka beberapa jam sebelumnya. Insiden itu memicu risiko konflik lebih luas atas kelompok militan Libanon, Hizbullah dengan Israel.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah berjanji akan membalas serangan udara Israel di Suriah yang terjadi beberapa jam sebelumnya yang menurut dia menewaskan dua anggota Hizbullah.

Nasrallah mengatakan salah satu drone Israel terbang rendah di antara gedung-gedung dan menyebut aksi itu sebagai 'misi bunuh diri' dan 'jelas sebuah agresi'.

"Ini aksi terbaru dari musuh dan kita siap menghadapinya," kata Nasrallah.

Presiden Libanon Michel Aoun Senin lalu mengatakan negaranya punya hak untuk mempertahankan diri setelah ada serangan drone Israel. Dia menyebut aksi itu 'deklarasi perang' Israel.

Irak

Minggu malam serangan udara menghantam pasukan paramiliter di Irak yang didukung Iran. Menurut pengakuan anggota, serangan itu menewaskan seorang komandan dan melukai lainnya. Namun tidak jelas dari mana asal serangan udara itu.

Bulan lalu serangan udara diduga berasal dari Israel menyasar pangkalan milisi Syiah yang bersekutu dengan Iran. Serangan itu disebut-sebut yang pertama dilakukan Israel ke Irak sejak 1981. Israel tetap bungkam dan pejabat AS yang mengetahui serangan itu tidak mengatakan jika serangan itu dilakukan oleh drone Israel. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini