Perang Dagang AS-China Kian Memanas, Trump Bakal Bertemu Xi Jinping di KTT G20

Selasa, 14 Mei 2019 15:27 Reporter : Hari Ariyanti
Perang Dagang AS-China Kian Memanas, Trump Bakal Bertemu Xi Jinping di KTT G20 Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Fred Dufour/ AFP

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan akan bertemu Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin pada pertemuan G20 di Jepang yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang.

Trump pada Senin (13/5) menyampaikan, dirinya berharap dialognya dengan Xi bisa mencapai hasil, karena perang dagang antara China dan AS semakin kuat.

Sebelumnya, China mengumumkan akan menaikkan tarif pada sejumlah barang AS termasuk sayuran beku dan gas alam cair, sebuah langkah yang mengikuti keputusan Washington pekan lalu untuk meningkatkan pungutannya sendiri atas impor China senilai USD 200 miliar.

Trump mengingatkan Beijing agar tidak mengeluarkan balasan atas kebijakan AS. "Kita sepakat dengan mereka. Kita memiliki hubungan baik," jelasnya sebagaimana dilansir Aljazeera, Selasa (14/5).

Trump menambahkan, dia belum memutuskan apakah akan melanjutkan kenaikan tarif atas barang-barang produksi China sekitar USD 325 miliar.

Pada Senin (13/5), China mengatakan pihaknya berencana menetapkan tarif impor mulai dari lima persen menjadi 25 persen pada 5.140 produk AS pada daftar target revisi USD 60 miliar. Disebutkan bahwa tarif ini akan berlaku pada 1 Juni.

"Penyesuaian China pada tarif tambahan merupakan respons terhadap unilateralisme dan proteksionisme AS," kata Kementerian Keuangan China. "China berharap AS akan kembali ke jalur yang benar dari perdagangan bilateral dan konsultasi ekonomi dan bertemu dengan China di tengah jalan," lanjut pernyataan tersebut.

Terkait rencana bertemu Vladimir Putin, Kremlin menyampaikan tak ada jadwal pertemuan yang diagendakan pada tanggal 28-29 Juni mendatang.

"Belum ada permintaan (pertemuan). Juga belum ada perjanjian sejauh ini," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada kantor berita The Interfax. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini