Penyiksaan anak kian marak di Saudi

Senin, 26 November 2012 09:50 Reporter : Pandasurya Wijaya
 Penyiksaan anak kian marak di Saudi Ilustrasi anak arab. izaskia.files.wordpress.com

Merdeka.com - Laporan dari Kementerian Sosial Arab Saudi menyebutkan 45 persen anak-anak di negeri itu merupakan korban pelbagai bentuk kekerasan. Hal itu menunjukkan kian berkurangnya kesadaran di masyarakat.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (26/11), seorang psikolog bernama Sanaa al-Howaili menyatakan kekerasan terhadap anak-anak telah menjadi fenomena berbahaya. "Anak-anak semakin banyak menjadi korban kekerasan di rumah dan di sekolah," ujarnya seperti dikutip surat kabar al-Riyadh.

Kasus kekerasan itu, kata Howaili, bisa dilihat melalui Program Nasional Keamanan Keluarga. Pada 2010 angka kekerasan terhadap anak-anak mencapai 292 kasus. Tahun lalu meningkat menjadi 500 kasus. "Ini menunjukkan perlunya solusi terhadap akar masalah yaitu cara memperlakukan anak-anak."

Menurut dia, orangtua harus mengubah cara mengasuh anak tanpa kekerasan. Tak masalah anak itu sering mengganggu atau kreatif. Orangtua tetap harus melakukan perubahan radikal cara mengasuh anak. Salah cara mengasuh bisa mengakibatkan buruknya kepribadian anak di masa depan. "Salah asuhan bisa menghambat pertumbuhan, termasuk dalam hal kecerdasan, perhatian, kepercayaan diri, sulit tidur, dan depresi."

Anak-anak korban kekerasan bisa menjadi sangat agresif. Hal ini bisa dilihat dari perilaku mereka merusak barang-barang di rumah. "Mereka bahkan bisa lari dari rumah dan dalam beberapa kasus menjadi pelaku kriminal atau teroris."

Selain bentuk kekerasan fisik anak-anak juga bisa mengalami bentuk kekerasan lain. "Mengabaikan dan tak mempedulikan mereka juga merupakan bentuk lain dari kekerasan." [rin]

Topik berita Terkait:
  1. Arab Saudi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini