Penyelundup Senjata Terbesar di Dunia Ditangkap di Brasil Setelah Buron Lima Bulan

Jumat, 23 April 2021 15:14 Reporter : Hari Ariyanti
Penyelundup Senjata Terbesar di Dunia Ditangkap di Brasil Setelah Buron Lima Bulan Senjata yang diselundupkan di Brasil. ©RIO POLICE HANDOUT via BBC

Merdeka.com - Salah seorang penyelundup senjata terbesar di dunia ditangkap kembali di Brasil, lima bulan setelah melarikan diri dari penjara menggunakan dokumen pembebasan palsu. Hal ini disampaikan kepolisian.

Joao Filipe Barbieri dihukum karena menjadi bagian geng penyelundup ratusan senapan dari AS yang disembunyikan dalam peralatan kolam renang. Barbieri ditemukan di rumah ibunya di kawasan kumuh dekat Rio de Janeiro.

Dikutip dari BBC, Jumat (23/4), dia anak tiri ketua geng, yang dikenal sebagai Tuan Senjata

Geng tersebut ditangkap pada 2017 setelah sebuah kontainer berisi 60 senapan gaya militer dikirim dari Miami dicegat di bandara internasional Rio. Pihak berwenang mengatakan senjata tersebut dijual ke penyelundup senjata yang beroperasi di banyak kawasan kumuh di Rio, dikenal sebagai favelas.

Barbieri, dikenal sebagai salah satu anggota kunci geng tersebut, kemudian dihukum atas sejumlah dakwaan mencakup penyelundupan senjata dan dijatuhi hukuman 27 tahun penjara. Tapi pada November 2020 dia melarikan diri dari penjara berkeamanan tinggi di Rio setelah memalsukan dokumen pengadilan yang memerintahkan pembebasannya.
Dia kemudian menghabiskan waktu di tiga negara bagian berbeda tapi kehabisan uang, kata kepala kepolisian Mauro Cesar dalam konferensi pers setelah penangkapannya.

Cesar menyampaikan, Barbieri kembali ke Rio untuk menagih hutangnya kepada penyelundup narkoba sebesar 500.000 reais atau sekitar USD 90.000, tetapi saat itu dia sudah di bawah pengawasan polisi.

Dia ditangkap dalam operasi polisi pada Rabu di kota Niteroi, 9 km dari Rio.

Ayah tiri Barbieri, Frederick Barbieri, ditangkap di AS pada 2017 setelah pengiriman senjata dicegat di Rio. Dia mengaku menyelundupkan lebih dari 1.000 senapan ke Brasil antara 2014 dan 2017 dan saat ini menjalani hukuman 13 tahun penjara di Miami. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini