Penyelidikan Palestina Simpulkan Israel Sengaja Bunuh Jurnalis Aljazeera

Jumat, 27 Mei 2022 10:30 Reporter : Pandasurya Wijaya
Penyelidikan Palestina Simpulkan Israel Sengaja Bunuh Jurnalis Aljazeera Shireen Abu Akleh. ©Twitter/Al Arabiya

Merdeka.com - Otoritas Palestina kemarin mengumumkan hasil penyelidikan kasus pembunuhan jurnalis Aljazeera Shireen Abu Aqla. Menurut Palestina, terbukti pasukan Israel sengaja menembak Abu Aqla saat dia hendak menyelamatkan diri.

Kesimpulan ini tidak berbeda dengan penyelidikan awal yang diumumkan hampir dua pekan lalu dan sudah diduga banyak kalangan.

Israel membantah hasil penyelidikan ini. Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyebut kesimpulan Palestina itu "kebohongan yang nyata".

Shireen Abu Aqla, reporter Palestina-Amerika yang bekerja untuk stasiun televisi Aljazeera ditembak di bagian kepala pada 11 Mei ketika pasukan Israel menyerbu Kota Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Sejumlah saksi dan pejabat Palestina mengatakan dia tewas karena tembakan Israel. Namun Israel menyebut dia tertembak ketika terjadi kontak senjata antara pasukan mereka dengan militan Palestina. Hanya analisis balistik dari peluru--yang dipegang oleh pihak Palestina-- dan senjata si tentara yang bisa menentukan siapa yang melepaskan tembakan itu.

Jaksa Palestina Akram Al Khatib dalam jumpa pers di Tepi Barat mengumumkan hasil penyelidikan itu. Dia menuturkan tidak ada militan Palestina di lokasi ketika Abu Aqla ditembak mati.

"Satu-satunya tembakan dilakukan oleh pasukan pendudukan, bertujuan untuk membunuh," kata dia, seperti dilansir laman France24, Kamis (26/5).

Abu Aqla mengenakan helm pelindung dan rompi antipeluru bertuliskan "PRESS" saat ditembak. Al Khatib menuturkan militer Israel melihat Abu Aqla dan mereka tahu dia jurnalis.

Dia menuding Israel sengaja menembak Abu Aqla saat dia hendak menyelamatkan diri. Palestina berkukuh peluru yang mengenai Abu Aqla tidak akan diserahkan ke pihak Israel untuk penyelidikan. Dia juga memutuskan tidak memberikan foto peluru itu agar Israel tidak menyampaikan kebohongan baru.

Al Khatib menuturkan penyelikan Palestina berdasarkan wawancara dengan saksi, olah TKP dan laporan forensik.

2 dari 2 halaman

Dalam pidatonya kemarin kepala militer Israel Letnan Jenderal Aviv Kohavi mengatakan mustahil mengetahui siapa yang melepaskan tembakan itu dan dia menyerukan agar Palestina mau bekerja sama untuk menyingkap apa yang sebenarnya terjadi.

"Tapi ada satu hal yang bisa dipastikan," kata dia. "Tidak ada tentara yang menembak jurnalis, kami sudah menyelidiki itu. Kami sudah memeriksanya. Itulah kesimpulannya. Tidak ada yang lain."

Israel membantah mereka menargetkan jurnalis dan menawarkan dua skenario: Abu Aqla ditembak serampangan oleh militan Palestina yang menembaki konvoi militer Israel atau dia ditembak oleh tentara Israel yang sedang membidik militan Palestina. Pihak militer sudah mengidentifikasi kemungkinan senjata yang dipakai dalam insiden itu tapi mereka perlu mengecek pelurunya untuk menyimpulkan.

Saksi Palestina menuturkan tidak ada militan Palestina atau kontak senjata di lokasi Abu Aqla tewas. Militan Palestina yang ada di lokasi berada di sisi lain dari konvoi militer, sekitar 300 meter dari posisi Abu Aqla. Dan mereka tidak punya pandangan tembak langsung. Sebaliknya posisi konvoi militer yang berada sekitar 200 meter dari jalan lurus memiliki pandangan tembak langsung. [pan]

Baca juga:
Palestina Minta Mahkamah Internasional Selidiki Pembunuhan Jurnalis Aljazeera
Video Baru Buktikan Tak Ada Baku Tembak di TKP Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Aqla
Militer Israel Identifikasi Senjata Tentara yang Tewaskan Jurnalis Shireen Abu Aqla
Polisi Militer Israel Tak Akan Selidiki Pembunuhan Jurnalis Shireen Abu Aqla
Israel Tangkap Warga Palestina Pengusung Peti Jenazah Jurnalis Shireen Abu Aqla
Pasukan Israel Serang Pawai Peringatan Hari Nakba ke-74, 16 Orang Palestina Terluka
Israel Akui Kemungkinan Tentaranya yang Tembak Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Aqla

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini