Penjelasan ringkas skandal megakorupsi Malaysia yang libatkan eks PM Najib Razak

Jumat, 21 September 2018 07:13 Reporter : Pandasurya Wijaya
Penjelasan ringkas skandal megakorupsi Malaysia yang libatkan eks PM Najib Razak Najib Razak diperiksa terkait korupsi. ©2018 REUTERS/Lai Seng Sin

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kemarin menjalani persidangan dalam kasus skandal korupsi terbesar dalam sejarah Malaysia. Kasus ini menjadi sorotan, tak hanya di Malaysia tapi juga di dunia internasional.

Dilansir dari laman SBS, Skandal korupsi ini melibatkan 1Malaysia Development Berhard (1MDB), lembaga pembiayaan pemerintah untuk program-program pembangunan infrastruktur. Pemerintah Malaysia kemudian menginvestasikan dana pinjaman pada 2009 dan Najib Razak menjadi kepala dewan penasihat 1MDB tak lama setelah dia jadi perdana menteri di tahun itu.

Dana itu dimaksudkan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik investor luar negeri.

Namun pembiayaan itu kemudian bermasalah. Sejak 2009 hingga belakangan banyak investasi 1MDB yang gagal dan pada akhir 2014 1MDB punya catatan utang sebesar lebih dari USD 1 miliar dan kesulitan membayar.

PAda Juli 2015 harian the Wall Street Journal mengutip bocoran hasil penyelidikan pemerintah Malaysia melaporkan, lebih dari USD 900 dana 1MDB justru mengalir ke rekening pribadi Najib Razak.

Rekening bank Najib berada di bank Malaysia, AmBank, dan transaksi itu dikatakan terjadi antara 2011 dan 2013.

Najib Razak jalani sidang dakwaan ©2018 REUTERS/Lai Seng Sin



Najib dengan keras menyangkal tuduhan korupsi dan mengatakan isu ini adalah bagian dari konspirasi untuk menggulingkan pemerintahannya. Dia juga mengatakan dana yang ada di rekening pribadinya itu adalah sumbangan dari seorang anggota keluar Kerajaan Arab Saudi.

Najib kemudian memecat Wakil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang meminta dia menjelaskan soal dan di rekening pribadinya.

Pemerintah juga kemudian mengganti Jaksa Agung dan komite penyelidikan kasus 1MDB tertunda.

Kasus ini kian menjadi sorotan dan ratusan ribu rakyat Negeri Jiran turun ke jalan menuntut Najib mundur karena skandal ini. Mantan Perdana Menteri Malaysi selama 22 tahun, Mahathir Mohamad bergabung dengan barisan demonstran.

Tak lama setelah kasus ini kian mencuat, wakil Jaksa Agung Kevin Morais diculik di suatu siang dan 12 hari kemudian mayatnya ditemukan di dalam sebuah drum berisi semen yang dibuang di rawa.

Keluarga Morais kemudian mengatakan Kevin sedang menangani kasus korupsi melibatkan Najib Razak ketika dia hilang diculik.

Setelah dilakukan penyelidikan, Jaksa Agung yang baru, Apandi Ali pada Januari 2016 membebaskan Najib dari segala tuduhan yang terkait skandal 1MDB.

Namun sejumlah negara di belahan dunia lain seperti Swiss, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat melanjutkan penyelidikan dan dugaan pencucian uang yang melibatkan dana 1MDB.

Departemen Kehakiman AS pada Juli 2016 mengumumkan seruan untuk penyitaan dana sebesar lebih dari USD 1,3 miliar dalam bentuk aset yang diduga disedot dari 1MDB.

Itu adalah angka penyitaan terbesar yang diserukan Departemen Pemulihan Aset. Barang-barang aset yang disita termasuk kapal pesiar mewah, sejumlah apartemen, dan hak pembuatan film nominasi Oscar 'The Wolf of Wall Street,' yang didanai oleh anak tiri Najib, Riza Aziz.

Dokumen dari Departemen Kehakiman AS menyebut sosok 'Pejabat Nomor Satu Malaysia' terkait dengan dugaan pencucian uang. 'Pejabat Nomor Satu Malaysia' itu dikatakan adalah sosok senior di pemerintahan dan kerabat dekat Riza.

Meski diserang dengan berbagai tudingan dalam skandal korupsi 1MDB, namun karir politik Najib masih bertahan sampai akhirnya pemilu Mei lalu membuat orang nomor satu di Malaysia itu terjungkal dari kekuasaan. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini