Penggusuran di Mesir berujung ricuh, 1 orang tewas

Senin, 17 Juli 2017 12:15 Reporter : Ira Astiana
Ilustrasi Penggusuran. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu orang tewas dan puluhan lainnya terluka akibat bentrokan antara polisi dan penduduk di Pulau al-Warraq, Mesir.
Kericuhan terjadi saat polisi tiba di pulau al-Warraq buat menggusur bangunan ilegal di wilayah tersebut.

Penduduk di wilayah tersebut tidak terima dan melakukan aksi unjuk rasa.

"Pasukan dikejutkan oleh aksi demonstrasi yang digelar penduduk. Mereka menyerang pasukan dengan menembakkan tembakan burung dan melempari petugas dengan batu," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri, seperti dilansir dari laman Reuters, Senin (17/7).

"Petugas kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa dan untuk mengendalikan situasi," tambah pernyataan tersebut.

Di antara 56 orang terluka, 37 di antaranya adalah polisi, 19 lainnya merupakan warga lokal.

Seorang perwira polisi yang menolak menyebutkan namanya mengatakan karena kericuhan semakin memakan banyak korban, maka pasukan keamanan menarik diri dari tempat kejadian. Hal itu juga dilakukan untuk meminimalkan kerugian lain.

"Misi A sampai Z gagal, tidak ada koordinasi yang tepat," kata polisi tersebut.

Penduduk di wilayah tersebut membangun tempat tinggal sejak 30 tahun lalu. Mereka menolak digusur karena mengklaim punya izin bermukim di wilayah itu.

"Kami lahir di pulau ini. Kami juga memiliki bukti kepemilikan rumah di sini. Orang tua kami lahir di sini dan mereka ingin menjualnya untuk membangun hotel," kata salah satu demonstran, Marzouk Hany (20 tahun) yang berprofesi sebagai penjual daging.

Hingga kini ada ada sekitar 90.000 orang yang bermukim di pulau al-Warraq seluas 1.300 hektar.

Penggusuran pemukiman warga ini dilakukan setelah Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyerukan kampanye untuk menghancurkan ribuan bangunan yang diduga didirikan secara ilegal di tanah milik negara.

"Ada pulau di sungai Nil yang menurut undang-undang tidak seharusnya ditempati warga," kata Sisi dalam pidatonya pada Juni lalu. Dia juga memerintahkan pihak berwenang untuk menjadikan perebutan pulau-pulau itu kembali sebagai prioritas. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Penggusuran
  2. Mesir
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.