Pengepungan Masjid Al Aqsa oleh Israel akan dilaporkan ke PBB

Senin, 14 Desember 2015 14:33 Reporter : Muhammad Radityo
Pengepungan Masjid Al Aqsa oleh Israel akan dilaporkan ke PBB Menlu Palestina Riad al Maliki menghadiri Konferensi Yerusalem di Jakarta. ©2015 Merdeka.com/Muhammad Radityo

Merdeka.com - Indonesia sebagai salah satu bangsa yang memperjuangkan penuh kemerdekaan untuk Palestina berusaha memberi dukungan nyata, dengan menggelar konferensi internasional berjudul International Confrence on the Question of Jerusalem, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/12).

Pada konferensi ini, para pembicara memaparkan kondisi lapangan yang dialami rakyat Palestina di Tepi Barat. Akan dirumuskan pula langkah konkret guna meningkatkan harkat masyarakat Palestina yang dijajah. "Pada saat konfrensi kita akan mendapat update terus menerus membangun kesadaran publik, bahwa masalah Palestina belum selesai," kata Menlu Retno L.P Marsudi selepas membuka acara.

Hasil dari konferensi ini diketahui akan diteruskan ke Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat, untuk pembahasan lanjutan. "Hasil dari konferensi akan menghasilkan summary yang dibawa ke PBB di New York, sebagai gambaran masalah apa yang dihadapi Palestina saat ini," imbuh Menlu.

Ditemui dalam forum yang sama, Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Riad Al Maliki, menyatakan penjagaan ketat terhadap Masjid Al Aqsa di kota suci itu oleh tentara Israel, memicu kemarahan masyarakat muslim. Jika Tentara Zionis tidak mengendurkan penjagaan sekitar masjid suci, maka perdamaian di kawasan sulit tercapai.

"Yerusalem harus menjadi kota damai bagi kedua negara. Tidak ada orang yang setuju dengan perilaku Israel di Masjid suci Al Aqsa. Karena itu internasional harus berikan perlindungan bagi wilayah dan situs suci di tempat itu," tegas Maliki dalam pidato pembukaannya.

Dalam pemaparan Maliki, kondisi Palestina saat ini sangat menyedihkan. Semua orang Palestina menjadi target. Anak kecil ditangkap, warga dibunuh. Penyerangan terus meningkat. Sekolah, rumah, gedung, tempat ibadah terus diserang. "Kebebasan, kemerdekaan, keadilan, dan kedamaian negara tidak didapatkan," kritiknya.

Palestina berharap melalui konferensi kali ini, bisa memperoleh dukungan dan aksi solidaritas yang nyata. Karenanya demi mencari jalan keluar, Menlu Riad menegaskan bila dunia internasional harus turun tangan agar dapat menyelesaikan persoalan ini. Pertemuan di Jakarta ini diikuti oleh perwakilan 25 negara anggota dan 24 negara pengamat dari komite Palestina, serta didukung penuh oleh pemerintah Indonesia. [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini