Pengakuan Mengerikan Tim Medis yang Tangani Perempuan Korban Pemerkosaan di Tigray

Rabu, 21 April 2021 10:14 Reporter : Hari Ariyanti
Pengakuan Mengerikan Tim Medis yang Tangani Perempuan Korban Pemerkosaan di Tigray Rumah sakit di Adigray, Tigray, Ethiopia, yang diyakini sebagai tempat operasi salah seorang korban . ©Facebook / Adigrat General Hospital / France 24

Merdeka.com - Sebuah video mengerikan menunjukkan seorang dokter sedang mengoperasi seorang perempuan yang secara kejam diperkosa di wilayah Tigray, Ethiopia yang dilanda konflik menyebar luas di WhatsApp sejak awal Maret. Operasi tersebut berlangsung di Adigrat, Tigray utara.

Tim dari France 24 mewawancari beberapa sumber yang menjelaskan apa yang terjadi pada perempuan tersebut, yang kini tinggal di sebuah rumah persembunyian. Kisahnya menyoroti pemerkosaan masif dan meluas perempuan di wilayah konflik Tigray yang dimulai pada akhir 2020.

Video ini direkam pada 17 Februari di sebuah rumah sakit di Adigrat, kota terbesar kedua di wilayah itu. Durasinya 2 menit 33 detik. Menonton seluruh video hampir meruntuhkan pertahanan diri.

Video menunjukkan seorang perempuan dengan paha terbuka lebar, berbaring di meja operasi. Anda bisa melihat tangan dokter saat mengoperasi vaginanya. Dokter menggunakan tang untuk mengeluarkan dua kuku panjang, kantong plastik, tisu, dan sebuah batu.

Seorang perempuan berbicara bahasa Inggris dalam video itu menjelaskan dia ingin video ini menunjukkan ke dunia kengerian yang terjadi di Tigray. Di awal video, Anda bisa mendengar sekelompok pria berbahasa Tigrinya, yang mengizinkan kita mengidentifikasi wilayah di mana video direkam.

“Tim kami mewawancari beberapa sumber yang telah menjalin kontak langsung dengan perempuan itu. Mereka mengatakan kepada kami dia berusia 28 tahun dan memiliki dua anak,” tulis tim France 24 dalam laporannya, dikutip Rabu (21/4).

Baca Selanjutnya: Diperkosa 23 tentara...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini