KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pengadilan Mesir bebaskan bocah pengencing Alquran

Jumat, 5 Oktober 2012 12:52 Reporter : Pandasurya Wijaya
Umat Kristen Koptik Mesir akhir tahun lalu berunjuk rasa mengecam kekerasan dan diskriminasi terhadap kaum mereka. (english.alarabiya.net)

Merdeka.com - Pengadilan Mesir membebaskan dua bocah Kristen Koptik yang dituduh menghina Islam karena mengencingi kertas bertulisan ayat-ayat Alquran.

Menguti seorang sumber di kantor kejaksaan, stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (4/10), jaksa Abdul Maguid Mahmud mencabut tuntutannya karena Mina Nadi Faraj (9 tahun) dan Nabil Naji Rizq (10 tahun) masih belum dewasa.

Polisi menangkap Mina dan Nabil karena warga Desa Marco, Provinsi Beni Suef, sebelah selatan Ibu Kota Kairo, Mesir, menuding kedua bocah itu menghina umat Islam karena mengencingin kertas bertulisan ayat-ayat Alquran.

Pegiat dari Kristen Koptik dan pengacara Naguib Guebrail mengatakan Presiden Mesir Muhammad Mursi ikut campur tangan dalam membebaskan kedua bocah itu. "Melalui ajudan Presiden Mursi, Samir Morcos, saya minta tolong supaya dia menyampaikan kepada presiden untuk memberi instruksi kepada jaksa buat membebaskan kedua bocah itu," katanya.

Dia bilang Presiden Mursi menilai penahanan kedua bocah itu melanggar konvensi internasional atas hak-hak anak yang telah diratifikasi oleh parlemen Mesir.

Nabil dan Mina sempat ditahan dan ditanyai selama sepekan di sebuah lembaga anak-anak. Kasus ini merupakan yangs pertama terjadi di Mesir.

Bulan lalu, seorang guru Kristen Koptik divonis enam tahun penjara karena menghina Nabi Muhammad dan Presiden Mursi melalui Facebook. Sidang terhadap penganut Koptik selanjutnya bakal dimulai Rabu dua pekan mendatang. Dakwaannya adalah terlibat dalam pembuatan film the Innocence of Muslims yang menghina Rasulullah. [fas]

Topik berita Terkait:
  1. Mesir

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.