Pengadilan AS keluarkan laporan resmi skandal pelecehan seksual Gereja Katolik Roma

Rabu, 15 Agustus 2018 13:52 Reporter : Farah Fuadona
Pengadilan AS keluarkan laporan resmi skandal pelecehan seksual Gereja Katolik Roma Ilustrasi pastor. Reuters/Darrin Zammit Lupi

Merdeka.com - Pihak berwenang di Pennsylvania telah merilis sebuah laporan investigasi Grand Jury yang menuduh lebih dari 300 pastor Gereja Katolik Roma sebagai predator anak.

Laporan berjumlah kurang lebih 900 halaman itu dikeluarkan kemarin, oleh Jaksa Agung Josh Shapiro. "Para pastor memperkosa anak laki-laki dan perempuan dan orang-orang yang bekerja atas nama Tuhan bertanggung jawab atas hal itu. Mereka tahu tapi tidak melakukan apa-apa. Mereka menyembunyikan semuanya," ujar laporan tersebut dikutip dari Russian Today, Rabu (15/8).

Laporan itu juga menyebutkan bahwa dibukanya hasil investigasi ini ke publik. Semata-mata untuk melindungi korban dan menghindari jatuhnya korban baru.

Pihak berewenang telah memeriksa delapan keuskupan di Pennsylvania, yang memiliki lebih dari 3,2 juta umat Katolik di negara bagian itu meliputi Harrisburg, Pittsburgh, Allentown, Scranton, Erie, dan Greensburg. Sedangkan Keuskupan Agung Philadelphia dan Keuskupan Altoona-Johnstown menjadi subjek laporan sebelumnya.

"Beberapa administrator keuskupan, termasuk para uskup, sering menghalangi para korban untuk melaporkan pelecehan ke polisi. Serta memberi tekanan pada penegak hukum untuk mengakhiri atau menghindari penyelidikan atau melakukan penyelidikan bias mereka sendiri tanpa melaporkan kejahatan terhadap anak-anak kepada pihak yang berwenang," kata laporan itu.

Beberapa dari mereka diketahui telah meninggal dunia, dan undang-undang negara memberi batasan untuk tidak menuntut keadilan kepada pelaku.

Mantan Uskup Pittsburgh yang kini memimpin Keuskupan Agung Washington mengatakan kepada CBS bahwa gereja berusaha untuk melepaskan diri dari para pastor yang bertindak kejam dan membenarkan adanya laporan yang sudah mulai dilakukan sejak tahun 2002.

"Kami sangat-sangat menyesal ini terjadi. Dan itulah mengapa kami telah mengambil langkah-langkah bahwa kejadian serupa tak terulang kembali," kata Kardinal Donald Wuerl pada hari Selasa. Dia tidak bisa memastikan bahwa tidak ada pelecehan yang terjadi di gereja.

Walau begitu ia tidak bisa menjamin bahwa bisa saja di masa depan ada pastor yang menyimpang. "Kamu tidak bisa melakukan lebih dari sekedar memberikan yang terbaik untuk mencoba memberantas masalah," kata dia.

Setelah Wuerl menjadi Uskup Agung di Washington pada 2007, keuskupannya setuju untuk membayar denda sebesar USD 1,25 juta kepada 35 orang korban yang mengalami pelecehan. [frh]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini