Penempatan Tentara Rusia di Perbatasan Ukraina Bisa Picu Konfrontasi

Selasa, 20 April 2021 12:10 Reporter : Hari Ariyanti
Penempatan Tentara Rusia di Perbatasan Ukraina Bisa Picu Konfrontasi Tentara Rusia di Crimea Ukraina. ©telegraph.co.uk

Merdeka.com - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrell menyampaikan, penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina hanya akan menciptakan ‘percikan’ yang akan memicu konfrontasi.

Borrell menyampaikan setelah rapat virtual dengan para menteri luar negeri Uni Eropa, tentara Rusia dalam jumlah besar, termasuk pendirian rumah sakit lapangan militer adalah masalah yang mengkhawatirkan.

“Ini adalah pengerahan militer terbesar tentara Rusia di perbatasan Ukraina. Jelas ini adalah masalah yang mengkhawatirkan ketika Anda mengerahkan banyak pasukan,” kata Borrell, dilansir Al Jazeera, Selasa (20/4).

Di Washington, Pentagon menyampaikan penempatan militer Rusia ini lebih besar daripada 2014 dan belum jelas apakah penempatan ini untuk tujuan latihan.

Seorang pejabat AS, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan jumlah pasukan Rusia itu mencapai puluhan ribu tetapi tidak mengetahui intelijen yang menyebut lebih dari 150.000 tentara Rusia.

AS juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait rencana Rusia untuk memblokir kapal AL asing dan kapal lainnya di wilayah Laut Hitam. Hal ini disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price, dalam sebuah pernyataan.

Menurut Price, tindakan Rusia ini merupakan kampanye berkelanjutan Moskow untuk melemahkan dan mengguncang Ukraina.

Borrell juga mengatakan kepada wartawan, ada lebih dari 150.000 pasukan Rusia di perbatasan Ukraina dan di Krimea. Angka itu kemudian diralat, menyebut jumlahnya lebih dari 100.000. Namun demikian, kata Borrell, itu merupakan bukti ada risiko eskalasi lebih jauh di wilayah itu.

Penempatan militer Rusia ini memicu ketakutan akan eskalasi yang segera pecah di wilayah yang dilanda konflik bertahun-tahun itu yang memisahkan wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina, di mana pasukan pemerintah bertarung dengan separatis yang didukung Rusia sejak pemberontak merebut wilayah kecil di sana pada April 2014.

Baca Selanjutnya: Sanksi untuk Rusia...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini