Penembakan di Ruang Sidang, Tiga Orang Tewas di Thailand

Rabu, 13 November 2019 16:30 Reporter : Hari Ariyanti
Penembakan di Ruang Sidang, Tiga Orang Tewas di Thailand pengadilan chantaburi thailand. ©AFP

Merdeka.com - Tiga orang tewas dalam insiden penembakan di dalam ruang sidang di Thailand pada Selasa (12/11). Polisi mengatakan sidang yang berlangsung merupakan persidangan sengketa warisan. Dua korban merupakan pengacara.

Pria bersenjata meletuskan tembakan ke arah pihak yang berselisih di pengadilan provinsi Chanthaburi, sebelum seorang penjaga menembak balik dan dengan fatal melukainya.

"Dua (korban tewas) adalah pengacara, dan salah satu adalah pelaku penembakan," kata polisi seraya menambahkan mereka masih melakukan penyelidikan kenapa perseteruan di ruang sidang berujung mematikan, dilansir dari laman Asia One, Rabu (13/11).

Juru bicara kepolisian nasional, Krissana Pattanacharoen mengatakan tiga orang termasuk pelaku dikonfirmasi tewas, sementara sejumlah lainnya terluka.

1 dari 1 halaman

Pengacara Yingluck Shinawatra

Identitas korban belum dirilis, tapi Bangkok Post menyebut salah satunya adalah Bancha Porameesanaporn - pengacara mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dalam kasus skema subsidi beras yang diduga menelan biaya USD 8 miliar. Yingluck kalah, dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara pada tahun 2017.

Juru bicara Pengadilan Kehakiman, Suriya Hongwilai mengatakan pria bersenjata diidentifikasi sebagai mantan polisi Tharin Chantharathip, diputuskan bersalah dalam perkara selama bertahun-tahun, termasuk gugatan perdata terkait tanah dan kasus-kasus kriminal lainnya.

"Ketika hakim meninggalkan ruang sidang, terdakwa melakukan hal yang tidak terduga," kata Suriya.

Gambar mengerikan dari ruang sidang, sekitar 250 kilometer tenggara Bangkok, beredar di media sosial. Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata yang tinggi. Perselisihan sepele, masalah asmara dan bisnis sering diselesaikan dengan peluru. Namun insiden itu adalah yang terbaru dari serangkaian penembakan dalam gedung pengadilan tingkat tinggi yang turut mengungkap kelemahan dalam keamanan sistem hukum.

Pekan lalu, tiga tersangka narkoba - termasuk seorang warga Amerika - menembak dan menikam demi kabur dari pengadilan di kota Pattaya sebelum ditangkap kembali oleh polisi. Pada Oktober, seorang hakim Thailand selatan yang dilanda pemberontakan menembak dirinya sendiri di dada di depan pengadilan yang penuh sesak setelah membebaskan beberapa tersangka pembunuhan dan mengutuk sistem peradilan dalam pidato yang berapi-api. [pan]

Baca juga:
Melihat Festival Loy Krathong, Ritual Menghanyutkan Kesialan di Thailand
Pesawat Seberat 7 Ton Buatan Indonesia Kembali Mengudara di Thailand
KTT ASEAN ke-35 di Bangkok, Jokowi Mendapat Jersey Nomor 21 dari FIFA
Sungai Terbesar di Asia Tenggara Dilanda Kekeringan Parah
Gua Tham Luang di Thailand Kembali Dibuka Untuk Wisatawan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini