Penembak Masjid di Selandia Baru Akhirnya Mengaku Bersalah, Dihukum Atas 92 Dakwaan

Kamis, 26 Maret 2020 10:37 Reporter : Iqbal Fadil
Penembak Masjid di Selandia Baru Akhirnya Mengaku Bersalah, Dihukum Atas 92 Dakwaan Brenton Tarrant. ©Mark Mitchell/New Zealand Herald/Pool via REUTERS

Merdeka.com - Brenton Tarrant, pelaku penembakan dua masjid di Selandia Baru membuat langkah mengejutkan dengan mengubah pembelaannya. Jika sebelumnya dia menyatakan tidak bersalah, kini dia menerima semua tuduhan yang didakwakan.

Dalam persidangan di Pengadilan Christchurch yang berlangsung Kamis (26/3) waktu setempat, Tarrant mengakui seluruh dakwaan yang dikenakan kepadanya. Dia mengakui 51 tuduhan pembunuhan, 40 tuduhan percobaan pembunuhan dan satu tuduhan melakukan tindakan terorisme.

Atas pengakuan Tarrant ini, proses persidangan yang semula dijadwalkan berlangsung selama enam pekan yang akan dimulai pada 2 Juni tidak diperlukan lagi.

"Dia telah dihukum atas masing-masing dan setiap dakwaan itu," kata hakim yang memimpin persidangan, Cameron Mander, seperti dikutip Reuters dalam berita acara persidangan yang dikeluarkan oleh pengadilan.

Hakim Mander menambahkan, pengadilan akan segera menghukum Tarrant atas semua 92 tuduhan. Namun dia tidak mengungkapkan kapan putusan itu akan dibacakan. Saat ini Tarrant dikembalikan ke tahanan hingga 1 Mei mendatang.

"Masuknya pengakuan bersalah merupakan langkah yang sangat signifikan untuk membawa finalitas ke proses pidana ini," ujarnya.

1 dari 1 halaman

PM Ardern Lega

lega rev5

Saat persidangan yang berlangsung cepat, ruangan persidangan hanya diisi 17 orang yang termasuk staf minimal, pengacara dan beberapa media lokal. Seorang imam untuk masing-masing dari dua masjid yang diserang juga diizinkan untuk menghadiri persidangan. Selandia Baru mengumumkan penutupan secara nasional mulai hari Kamis, untuk memerangi penyebaran virus corona.

"Pengakuan bersalah hari ini akan memberikan kelegaan bagi banyak orang yang hidupnya hancur oleh apa yang terjadi pada 15 Maret," kata Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam sebuah pernyataan.

"Pengakuan dan hukuman bersalah ini membawa pertanggungjawaban atas apa yang terjadi dan juga menyelamatkan keluarga yang kehilangan orang yang dicintai, mereka yang terluka, dan saksi lainnya, cobaan berat," kata Ardern lagi.

Brenton Tarrant (29) merupakan satu-satunya pelaku dan terdakwa dalam kasus penembakan terburuk dalam sejarah di Selandia Baru yang menewaskan 51 Orang. Dia menggunakan senjata semi otomatis dan menyerang dua masjid di Kota Christchurch saat umat Islam sedang salat Jumat. Serangan itu bahkan disiarkan langsung pengikut White Supremacist itu di akun Facebook miliknya.

Saat ditangkap pada 15 Maret 2019, Tarrant mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan. [bal]

Baca juga:
Penembakan Masjid, Teror Paling Mengerikan dalam Sejarah Selandia Baru
Selandia Baru Tarik 50.000 Lebih Senjata Dari Warga Setelah Insiden Penembakan Masjid
Serangan Taliban Lebih Mematikan dari ISIS Selama 2018
Cium Jemaah Haji Perempuan, Menteri Arab Saudi Minta Maaf
Selandia Baru akan Buat UU Larang Pendatang Asing Beli Senjata
Arab Saudi Undang Keluarga Korban Penembakan Selandia Baru Naik Haji

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini