Penelitian: Vaksin Covid Tidak Berpengaruh pada Kesuburan Pria dan Wanita

Selasa, 25 Januari 2022 15:28 Reporter : Hari Ariyanti
Penelitian: Vaksin Covid Tidak Berpengaruh pada Kesuburan Pria dan Wanita Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2021 REUTERS/Dado Ruvic/File Photo

Merdeka.com - Sebuah penelitian baru memperkuat bukti bahwa vaksin Covid-19 aman untuk ibu hamil maupun perempuan yang merencanakan kehamilan.

Penelitian tersebut, yang meneliti lebih dari 2.000 pasangan di Amerika Serikat dan Kanada, menemukan "tidak ada keterkaitan yang merugikan" antara vaksinasi Covid dan kesuburan, baik untuk pria dan wanita.

Di sisi lain, pria yang terinfeksi Covid-19 mungkin mengalami penurunan kesuburan sementara. Istri yang suaminya dites positif Covid-19 dalam waktu 60 hari dari siklus menstruasinya, 18 persen lebih kecil kemungkinannya untuk hamil dalam siklus itu, menurut penelitian yang diterbitkan pada 20 Januari di American Journal of Epidemiology.

"Temuan ini memberikan kepastian bahwa vaksinasi untuk pasangan yang merencanakan kehamilan tampaknya tidak mengganggu kesuburan," jelas Dr. Diana Bianchi, direktur Institut Kesehatan Nasional Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development, yang mendanai penelitian tersebut, dalam sebuah pernyataan.

"Temuan ini juga memberikan informasi untuk dokter yang menyarankan pasien yang ingin hamil."

Mitos vaksin Covid-19 dapat berdampak negatif pada kesuburan adalah mitos yang tersebar luas di media sosial.

Semakin banyak penelitian yang menunjukkan vaksin tidak berdampak pada kesuburan dan juga kehamilan.

Dalam saran kesehatan yang diterbitkan pada September, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan, data menunjukkan tidak ada peningkatan risiko keguguran dikaitkan dengan vaksin Covid.

Sebelumnya pada Agustus, CDC semakin memperkuat rekomendasinya untuk vaksinasi Covid selama kehamilan, mengutip bukti baru terkait keamanan vaksin. Dua penelitian pada musim panas lalu menemukan vaksin Covid Pfizer dan Moderna tampaknya aman dan efektif untuk ibu hamil. WHO juga menyampaikan ibu hamil bisa divaksinasi Covid-19.

Sebuah penelitian di Skotlandia, yang diterbitkan bulan ini di Nature Medicine, menemukan ibu hamil yang tidak divaksinasi dan tertular Covid-19 tidak hanya berisiko terkena penyakit parah, tapi juga lebih mungkin mengalami keguguran atau kelahiran prematur dibandingkan dengan perempuan lainnya. [pan]

Baca juga:
UNICEF: Pandemi Sebabkan Anak-Anak Kehilangan Pendidikan Tak Tergantikan
Memahami Strategi Nol Covid China, Akankah Bertahan Melawan Omicron?
WHO: Omicron Bisa Membawa Akhir Pandemi di Eropa
Suntikan Booster Vaksin Moderna dan Pfizer 90 Persen Efektif Lawan Omicron
PM Selandia Baru Jacinda Ardern Batalkan Pernikahan karena Maraknya Kasus Omicron
Cinta Bersemi Saat Terjebak Lockdown Kedua Kali

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini