Penelitian: Sepertiga Penyintas Covid-19 Alami Gangguan Mental

Rabu, 7 April 2021 13:09 Reporter : Hari Ariyanti
Penelitian: Sepertiga Penyintas Covid-19 Alami Gangguan Mental Aktivitas Relawan hadapi Virus Corona di China. ©2020 STR / AFP

Merdeka.com - Satu dari tiga penyintas Covid-19 dalam sebuah penelitian pada lebih dari 230.000 orang, terbanyak pasien Amerika, didiagnosis dengan gangguan otak atau kejiwaan dalam enam bulan, memperkirakan pandemi bisa menyebabkan gelombang masalah mental dan neurologis. Demikian disampaikan para ilmuwan pada Selasa (6/4).

Para peneliti yang melakukan analisis menyampaikan, belum jelas bagaimana kaitan virus dengan kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan depresi, tapi ini merupakan diagnosis paling umum di antara 14 gangguan yang mereka teliti.

Kasus pasca Covid seperti stroke, demensia, dan gangguan neurologis lainnya lebih langka, menurut para peneliti, tapi masih signifikan, khususnya pada mereka yang mengalami Covid-19 parah.

“Hasil kami mengindikasikan bahwa penyakit mental dan gangguan kejiwaan lebih umum setelah Covid-19 daripada setelah flu atau infeksi pernapasan lain,” jelas seorang pakar kejiwaan di Universitas Oxford, Max Taquet, yang memimpin penelitian, dilansir Reuters, Rabu (7/4).

Taquet menyampaikan, penelitian tersebut tidak bisa memastikan mekanisme biologis atau psikologis yang terlibat, tetapi penelitian mendesak diperlukan untuk mengidentifikasi hal ini “dengan tujuan untuk mencegah atau mengobatinya”.
Pakar kesehatan semakin prihatin dengan bukti risiko gangguan otak dan kesehatan mental yang lebih tinggi di antara para penyintas Covid-19. Penelitian tahun lalu oleh peneliti yang sama menemukan 20 persen penyintas Covid-19 didiagnosis dengan gangguan kejiwaan dalam waktu tiga bulan.

Temuan baru, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, menganalisis catatan kesehatan dari 236.379 pasien Covid-19, sebagian besar dari Amerika Serikat, dan menemukan 34 persen telah didiagnosis dengan penyakit neurologis atau kejiwaan dalam waktu enam bulan.

Gangguan ini secara signifikan lebih umum pada pasien Covid-19 dibandingkan dengan kelompok orang yang sembuh dari flu atau infeksi pernapasan lainnya selama periode yang sama, memperkirakan bahwa Covid-19 memiliki dampak yang spesifik.

Kecemasan (17 persen) dan gangguan suasana hati atau mood (14 persen) adalah paling umum dan tampaknya tidak berkaitan dengan seberapa ringan atau parah infeksi Covid-19 yang dialami pasien.

Di antara mereka yang dibawa ke ICU dengan Covid-19 yang parah, 7 persen mengalami stroke dalam enam bulan, dan hampir 2 persen didiagnosis dengan demensia.

“Meskipun risikonya kecil orang mengalami gangguan ini, efeknya di seluruh populasi mungkin besar,” jelas kata Paul Harrison, seorang profesor psikiatri Oxford yang ikut memimpin penelitian tersebut. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini