Penelitian: Satu dari Empat Orang di Dunia Terancam Banjir Besar

Rabu, 29 Juni 2022 16:06 Reporter : Hari Ariyanti
Penelitian: Satu dari Empat Orang di Dunia Terancam Banjir Besar Banjir di Bangladesh dan India. ©2022 REUTERS/Abdul Goni

Merdeka.com - Berdasarkan penelitian terbaru yang diterbitkan pada Selasa, hampir seperempat populasi dunia berisiko menghadapi bencana banjir besar. Penelitian ini juga memperingatkan, orang yang tinggal di negara miskin lebih rentan terhadap risiko ini.

Air bah akibat hujan lebat dan badai dirasakan jutaan orang setiap tahun. Bencana ini juga menyebabkan kerugian miliaran dolar karena menghancurkan rumah-rumah, infrastruktur, dan ekonomi.

Risiko ini semakin besar karena perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem dan naiknya permukaan air laut.

Penelitian baru yang diterbitkan jurnal Nature Communications ini mengamati data global dari Bank Dunia terkait risiko banjir dari laut, sungai, dan curah hujan, juga distribusi populasi dan kemiskinan.

Ditemukan sekitar 1,8 miliar orang atau 23 persen manusia di planet ini, secara langsung berisiko terkena banjir setinggi lebih dari 15 sentimeter satu kali dalam 100 tahun.

"Ini akan menimbulkan risiko yang signifikan terhadap kehidupan dan mata pencaharian, terutama kelompok populasi yang rentan," jelas penelitian tersebut, dikutip dari AFP, Rabu (29/6).

Secara keseluruhan, hampir 90 persen mereka yang berisiko dilanda banjir hidup di negara pendapatan rendah atau menengah.

Penelitian ini juga menyimpulkan jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan dan berisiko dilanda banjir besar jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Para peneliti menemukan, aktivitas perekonomian global senilai USD 9,8 triliun berlokasi di daerah yang terkena banjir parah.

"Dengan menghitung tingkat kemiskinan populasi yang terdampak, kita menunjukkan bahwa negara-negara berpendapatan rendah terkena risiko banjir secara tidak proporsional, juga lebih rentan terkena dampak bencana jangka panjang," jelas penelitian yang dilakukan Jun Rentschler dari Bank Dunia dan rekan-rekannya.

2 dari 2 halaman

Diperburuk perubahan iklim

Secara keseluruhan, penelitian ini memperkirakan sebagian besar orang yang berisiko terkena banjir ini berada di Asia Selatan dan Asia Timur, sekitar 1,24 miliar orang, di mana China dan India menyumbang sepertiga dari total global.

Thomas McDermott dari Universitas Nasional Irlandia Galway mengatakan, penelitian ini menyuguhkan "perkiraan global pertama keterkaitan antara risiko banjir dan kemiskinan."

Menurut para peneliti, perubahan iklim dan pola urbanisasi diperkirakan akan semakin memperburuk risiko ini di tahun-tahun mendatang.

Menurut jaringan ilmuwan yang menelusuri dampak perubahan iklim, World Weather Attribution, pemanasan global menyebabkan curah hujan ekstrem semakin lazim dan intens di sebagian besar bagian dunia. Ini menimbulkan banjir yang lebih parah, kendati para ilmuwan juga menekankan faktor manusia juga berpengaruh salah satunya keputusan menentukan lokasi pembangunan rumah dan infrastruktur.

Bulan ini, banjir besar terjadi di China selatan, membuat lebih dari setengah juta orang mengungsi.

Di Bangladesh, Palang Merah mengatakan 7 juta orang masih memerlukan tenda dan bantuan setelah hujan lebat membuat sungai meluap dan menggenangi desa-desa.

Baca juga:
Intip Upaya Negara di Dunia Bertransisi Gunakan Kendaraan Elektrik
Poin-Poin Krusial yang Disuarakan Jokowi kepada Pemimpin Negara dalam KTT G7
Sekjen PBB Peringatkan Dunia Bakal Hadapi Bencana karena Kelangkaan Pangan
Pemerintah Tunjukan Komitmen Pengendalian Perubahan Iklim dalam Presidensi G20
Bersiap Hadapi Krisis Air Bersih dan Pangan Dunia, UMM Siapkan Pembelajaran Ini
Pemerintah Dorong Negara G20 Komitmen Tekan Kenaikan Suhu Global

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini