Penelitian: Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 Cukup Disuntik Satu Dosis Vaksin

Senin, 22 Februari 2021 15:24 Reporter : Hari Ariyanti
Penelitian: Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 Cukup Disuntik Satu Dosis Vaksin Rusia Suntik Vaksin Sputnik V untuk Warganya yang Beresiko Terkena Covid-19. ©2020 AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV

Merdeka.com - Hampir 30 juta orang di Amerika Serikat terinfeksi virus corona sejauh ini. Apakah orang-orang ini masih harus divaksinasi?

Dua penelitian baru menjawab pertanyaan itu: Ya.

Faktanya, penelitian mengatakan orang-orang ini hanya cukup dengan satu dosis vaksin untuk meningkatkan antibody mereka dan menghancurkan virus corona – dan bahkan beberapa varian yang lebih menular.

Hasil penelitian baru ini sejalan dengan dua penelitian lainnya yang diterbitkan beberapa pekan terakhir. Penelitian ini bersama-sama menyarankan orang yang pernah terinfeksi Covid-19 harus diimunisasi tapi bisa jadi cukup hanya dengan dosis tunggal atau satu dosis vaksin.

“Menurut saya itu sangat rasional mengapa orang-orang yang sebelumnya terinfeksi Covid harus mendapat vaksin,” jelas pakar imunologi Universitas Toronto, Jennifer Gommerman, yang terlibat dalam penelitian baru itu, dikutip dari The New York Times, Senin (22/2).

Respons kekebalan seseorang terhadap infeksi sangat bervariasi.

Kebanyakan orang menghasilkan antibodi dalam jumlah banyak yang bertahan selama berbulan-bulan. Tetapi beberapa orang yang memiliki gejala ringan atau tanpa gejala Covid-19 menghasilkan sedikit antibodi, yang dengan cepat turun ke tingkat yang tidak terdeteksi.

Penelitian terbaru ini, yang belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, menganalisis sampel darah dari orang yang pernah terkena Covid-19. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa sistem kekebalan mereka akan mengalami kesulitan dalam menangkal B.1.351, varian virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Tapi satu suntikan baik vaksin Pfizer-BioNTech ataupun Moderna secata signifikan mengubah gambaran itu: Memperkuat jumlah antibodi dalam darah mereka hingga seribu kali lipat – “dorongan yang sangat besar," menurut Andrew T McGuire, ahli imunologi di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle, yang memimpin penelitian.

Saat dibilas dengan antibodi, sampel dari semua peserta tidak hanya dapat menetralkan B.1.351, tetapi juga virus corona yang menyebabkan epidemi SARS pada tahun 2003.

Faktanya, antibodi tampaknya bekerja lebih baik daripada orang yang tidak terinfeksi Covid dan telah menerima dua dosis vaksin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna sekitar lima kali lebih efektif terhadap varian tersebut
Para peneliti mendapatkan sampel darah dari 10 relawan dalam Penelitian Kelompok Covid Seattle yang divaksin beberapa bulan setelah terpapar virus corona. Tujuh peserta mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech dan tiga orang disuntik vaksin Moderna.

Baca Selanjutnya: Darah diambil sekitar dua sampai...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini