Penelitian Inggris: Varian Omicron Terbaru Subtipe BA.2 Lebih Menular dari Sebelumnya

Minggu, 30 Januari 2022 10:06 Reporter : Pandasurya Wijaya
Penelitian Inggris: Varian Omicron Terbaru Subtipe BA.2 Lebih Menular dari Sebelumnya Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dua hari lalu mengatakan, subtipe BA.2 virus corona varian Omicron tampaknya memiliki keunggulan penularan yang jelas dibanding dengan tipe BA.1 yang saat ini mendominasi.

UKHSA mengungkapkan bahwa ada tingkat penularan yang tinggi dari BA.2 dibanding dengan BA.1 di seluruh wilayah Inggris, di mana terdapat cukup kasus untuk membandingkan keduanya, dan bahwa "keunggulan penularan yang jelas saat ini cukup besar."

"Kita tahu bawa BA.2 memiliki tingkat penularan yang tinggi yang dapat dilihat di seluruh wilayah di Inggris," kata Kepala Penasehat Medis UKHSA Dr Susan Hopkins, seperti dilansir Antara mengutip Reuters, Sabtu (29/1).

Badan tersebut menegaskan tidak ada data mengenai tingkat keparahan BA.2 dibanding BA.1, namun pihaknya menegaskan bahwa evaluasi awal tidak menemukan perbedaan dalam efektivitas vaksin terhadap penyakit bergejala antara kedua subtipe Omicron.

Penyebaran cepat BA.1 memicu gelombang Omicron yang mendorong kasus di Inggris mencetak rekor pada Desember, menggeser varian dominan sebelumnya, Delta.

Namun, rawat inap tidak meningkat seperti sebelumnya berkat imunitas masyarakat melalui vaksinasi dan infeksi sebelumnya, serta tingkat keparahan Omicron yang lebih rendah.

UKHSA mengatakan bahwa analisis terpisah membuktikan bahwa antara 24 November-19 Januari, mayoritas pasien COVID ICU terinfeksi varian Delta, bahkan ketika Omicron merajalela dan mendominasi kasus.

Pihaknya juga menemukan bahwa lonjakan kasus Omicron di panti wreda tidak ada kaitannya dengan lonjakan pasien baru di rumah sakit.

"Sejumlah temuan kami menunjukkan gelombang infeksi Omicron saat ini sepertinya tidak menjurus pada lonjakan besar penyakit parah di kalangan panti wreda karena cakupan tingkat vaksinasi yang tinggi dan/atau imunitas alami," kata UKHSA, seraya menegaskan bahwa temuan itu berdasarkan pada BA.1 karena terbatasnya jumlah kasus BA.2 dalam studi tersebut. [pan]

Baca juga:
Wajib Pakai Masker dan Sertifikat Vaksin Tak Lagi Berlaku di Inggris
Peneliti Hong Kong Temukan Kombinasi Obat Oral Baru Untuk Covid-19
Penelitian AS: Covid-19 Varian Omicron Tidak Separah Delta
Ilmuwan Deteksi Versi Siluman dari Omicron, Seperti Apa Bahayanya?
Pfizer Mulai Lakukan Uji Coba Klinis Vaksin Khusus Omicron
Omicron Bertahan Lebih Lama di Permukaan Plastik & Kulit Manusia daripada Varian Lain
UNICEF: Pandemi Sebabkan Anak-Anak Kehilangan Pendidikan Tak Tergantikan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini