Peneliti Temukan Varian Virus Corona yang Mengkhawatirkan di New York City

Jumat, 26 Februari 2021 12:07 Reporter : Hari Ariyanti
Peneliti Temukan Varian Virus Corona yang Mengkhawatirkan di New York City Ilustrasi virus corona. ©Reuters

Merdeka.com - Dua tim peneliti terpisah menyampaikan pekan ini, mereka menemukan varian baru virus corona yang mengkhawatirkan di New York City dan di tempat lain di kawasan Northeast yang membawa mutasi yang membantunya menghindari respons kekebalan alami tubuh - serta efek perawatan antibodi monoklonal.

Para peneliti genomik menamakan varian ini B.1.526. Varian ini muncul pada orang-orang yang terinfeksi di sejumlah lingkungan di New York City dan kawasan Northeast.

Salah satu mutasi varian ini adalah sama dengan varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan yang disebut B.1.351. Varian ini juga nampaknya menghindari respons tubuh terhadap vaksin.

“Kami mengamati lonjakan yang tetap dalam angka deteksi dari Desember lalu sampai pertengahan Februari, dengan lonjakan yang mengkhawatirkan sampai 12,7 persen dalam dua pekan terakhir,” jelas salah satu tim, di Pusat Kedokteran Universitas Columbia, yang menulis laporan yang belum dipublikasikan, dikutip dari CNN, Jumat (26/2).

Laporan ini dijadwalkan muncul dalam versi cetak pekan ini.

Menurut Direktur Pusat Penelitian AIDS Aaron Diamond Columbia, Dr David Ho melalui surel, varian ini muncul di dalam negeri, kemungkinan di New York. Ho memimpin penelitian ini.

Virus bermutasi sepanjang waktu. Semakin banyak orang tertular, semakin lama orang terinfeksi, semakin banyak kesempatan virus untuk berubah. Tubuh seorang pasien akan dipenuhi miliaran salinan virus, dan akan sedikit berkurang, atau bermutasi. Kebanyakan virus akan datang dan pergi.

Tetapi terkadang mutasi atau pola mutasi terjadi dan diteruskan. Jika virus dengan pola seperti itu menjadi lebih umum, disebut varian. Sekali lagi, bukan hal yang aneh jika varian muncul tetapi jika mereka menjadi virus yang mengkhawatirkan, seperti lebih menular atau memiliki kemampuan untuk menghindari obat dan vaksin, saat itulah dokter mulai khawatir.

Mutasi pada varian ini yang paling mengkhawatirkan para peneliti disebut E484K dan ini memberi virus kemampuan untuk melewati beberapa respons kekebalan tubuh, serta perawatan antibodi monoklonal. Mutasi ini muncul secara independen dalam banyak kasus berbeda tetapi muncul dalam satu varian tertentu juga yang disebut B.1.526.

“Varian baru inilah yang melonjak, mengkhawatirkan, dalam populasi pasien kami selama beberapa minggu terakhir,” tulis tim peneliti Columbia dalam salinan laporan mereka yang diberikan kepada CNN.

“Kami menemukan tingkat deteksi varian baru ini meningkat selama beberapa pekan terakhir. Kekhawatirannya adalah bahwa mungkin mulai menyalip varian lain, seperti varian Inggris dan Afrika Selatan,” jelas Ho.

“Namun, kami tidak memiliki cukup data untuk memperkuat poin ini sekarang.”

Tetapi mutasi E484K terlihat pada setidaknya 59 garis keturunan berbeda dari virus corona - yang berarti varian ini berkembang secara independen di seluruh negeri dan di seluruh dunia dalam fenomena yang dikenal sebagai evolusi konvergen. Ini mungkin memberi keuntungan pada virus.

“Semua yang kami ketahui tentang mutasi kunci ini menunjukkan bahwa ia tampaknya lepas dari tekanan antibodi,” lanjut Ho.

Baca Selanjutnya: Secara terpisah tim di Institut...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini