Peneliti Italia: Virus Corona Mungkin Menghilang Sebelum Ditemukan Vaksin

Rabu, 13 Mei 2020 15:05 Reporter : Iqbal Fadil
Peneliti Italia: Virus Corona Mungkin Menghilang Sebelum Ditemukan Vaksin Dr. Giuseppe Remuzzi. merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada delapan kandidat teratas calon vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan. Namun hingga akhir tahun 2021, diperkirakan vaksin virus corona belum akan tersedia.

Namun, Dr. Giuseppe Remuzzi, Direktur Institut Penelitian Farmakologi Mario Negri di Milan, Italia mengatakan, kemungkinan virus corona akan menghilang sebelum vaksin itu ditemukan.

"Virus mendekati akhir dan mungkin menghilang sebelum ditemukannya vaksin untuk menghentikan penyebarannya, karena potensinya telah mulai melemah dari hari ke hari," kata dokter Italia terkemuka itu dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi La7 Italia seperti dikutip Al Arabiya, Rabu (13/5).

Pandangan Remuzzi ini berbeda dengan pendapat sebagian besar komunitas medis yang telah memperingatkan bahwa Covid-19 itu sekarang endemik di dalam populasi, yang berarti tidak akan hilang dengan sendirinya. Masyarakat juga diperingatkan gelombang kedua penularan ketika pembatasan mulai dicabut.

Sebagian lain berpendapat bahwa kehidupan mungkin tidak sepenuhnya kembali normal sampai vaksin dikembangkan.

Menurut Remuzzi penyakit akibat Covid-19 kurang parah pada orang yang baru terinfeksi dibandingkan dengan orang yang terinfeksi sebulan yang lalu, katanya, menambahkan bahwa jumlah orang yang membutuhkan perawatan intensif di Italia telah berkurang.

Remuzzi mengatakan bahwa dia tidak tahu mengapa coronavirus yang mematikan, kini kehilangan potensinya.

Namun, ia menyatakan, orang mungkin telah mengembangkan kekebalan terhadap virus corona, yang dapat mengarah pada pemberantasannya sebelum pengembangan vaksin.

"Jika keadaan terus berevolusi seperti sekarang, wabah dapat berhenti," tukasnya.

1 dari 1 halaman

Vaksin atau Herd Immunity?

Dua cara bagi populasi untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus adalah melalui vaksin atau kekebalan komunitas (herd immunity), yang terakhir telah menjadi bahan perdebatan di komunitas medis.

Seorang dokter umum di Strachur Medical Practice di Skotlandia mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa konsep kekebalan komunitas adalah "langka di alam."

Sementara itu, seorang ahli onkologi di Fakultas Kedokteran Universitas Pennsylvania dan salah satu arsitek Obamacare mengatakan bahwa kenormalan tidak akan kembali dalam waktu dekat.

"Saya tidak berpikir kita akan mendapatkan vaksin sebelum tahun depan, dan saya akan mengatakan, kepada publik atau kekebalan komunitas tidak sampai Juli, Agustus, jangka waktu September pada 2021. Itu semacam perkiraan optimis. Jadi 15 bulan, 18 bulan dari sekarang," kata Dr. Ezekiel J. Emanuel.

Novel coronavirus telah menginfeksi 4.194.326 orang dan membunuh 286.615 lainnya di seluruh dunia. Virus ini pertama kali terdeteksi pada 31 Desember 2019, di Wuhan, China. [bal]

Baca juga:
Kabar Baik! Indonesia Segera Uji Coba Vaksin Corona ke Hewan
WHO Sebut ada 8 Kandidat Utama Calon Vaksin untuk Covid-19
Doni Monardo: Selama Dunia Belum Berhasil Temukan Vaksin Corona, Kita Jangan Lengah
Menteri Jerman: Jangan Tunggu Keajaiban, Vaksin Covid-19 Tak Akan Ada Sebelum 2021
Menko Luhut Tak Mau Ada Lockdown Sebelum Vaksin Virus Corona Ditemukan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini