Peneliti Israel Uji Obat Antikolesterol, Diklaim Bikin Bahaya Covid-19 Jadi Flu Biasa

Rabu, 15 Juli 2020 14:02 Reporter : Iqbal Fadil
Peneliti Israel Uji Obat Antikolesterol, Diklaim Bikin Bahaya Covid-19 Jadi Flu Biasa Prof Yaakov Nahmias (kanan). ©courtesy of the Hebrew University of Jerusalem

Merdeka.com - Prof Yaakov Nahmias dari Hebrew University Israel melakukan uji coba obat antikolesterol terhadap virus corona. Hasilnya, obat fenofibrate diklaim mampu menurunkan bahaya virus corona menjadi seperti flu biasa.

Nahmias seorang peneliti yang berbasis di Yerusalem mengklaim hasil itu setelah melakukan uji coba obat antikolesterol pada jaringan manusia yang terinfeksi.

Dia mengatakan bahwa penelitiannya menunjukkan bahwa novel coronavirus sangat jahat karena menyebabkan lipid disimpan di paru-paru, dan ada solusi untuk memperbaiki kerusakan: obat anti kolesterol yang banyak digunakan yang disebut fenofibrate.

"Jika temuan kami didukung oleh studi klinis, pengobatan ini berpotensi menurunkan keparahan Covid-19 menjadi tidak lebih buruk daripada flu biasa," kata Nahmias.

Tidak seperti remdesivir, yang dipuji karena pengaruhnya terhadap pasien coronavirus, fenofibrate, kadang-kadang dijual dengan nama merek Tricor, sudah terakreditasi oleh Food and Drug Administration Amerika dan pasokannya berlimpah. Remdesivir kekurangan pasokan dan juga masih menunggu persetujuan penuh oleh regulator seperti FDA.

Baca Selanjutnya: Uji Coba pada Sel Paru-paru...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini