Penegak hukum mulai usut skandal seks produser Harvey Weinstein

Jumat, 13 Oktober 2017 14:08 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Penegak hukum mulai usut skandal seks produser Harvey Weinstein Harvey Weinstein. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Skandal pelecehan seksual diduga dilakukan oleh produser ternama Amerika Serikat, Harvey Weinstein (65), mulai menyedot perhatian penegak hukum. Kabarnya Departemen Kepolisian New York (NYPD) dan Kepolisian Metropolitan London, inggris, mulai mengusut dugaan pelecehan dan pemerkosaan dilakukan begawan film Hollywood itu.

Dilansir dari laman AFP, Jumat (13/10), juru bicara NYPD, J. Peter Donald, menyatakan mereka sedang berusaha memeriksa sejumlah aktris dan perempuan mengaku pernah diperkosa atau dilecehkan Harvey. Mereka kembali menelaah laporan terhadap Harvey pada 2004 lalu dan menunggu pengaduan korban lainnya.

Sedangkan Kepolisian London menyatakan sedang mengusut dugaan pemerkosaan diduga terjadi di kota itu pada 1980-an.

Kemarin Harvey buat pertama kalinya menampakkan diri sejak pemberitaan pelecehan seksual itu merebak. Dia dicegat sejumlah paparazzi dan jurnalis saat meninggalkan rumah anaknya di Los Angeles, California.

"Oke saya memang salah, tetapi saya berusaha. Saya sedang mencari pertolongan. Kalian tahu, kita semua pernah berbuat salah," kata Harvey.

Harvey dikabarkan terbang ke Arizona buat menjalani rehabilitasi dan terapi kecanduan seks dan perilaku menyimpang lainnya di The Meadows. Tempat itu terletak di sebelah barat laut kota Phoenix. Pesohor pernah berobat ke sana antara lain mantan atlet golf Tiger Wood dan supermodel Kate Moss.

Sejumlah aktris papan atas Hollywood pernah menjadi sasaran pelampiasan syahwat Harvey. Antara lain Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow, Mira Sorvino, Kate Beckinsale, Cara Delevingne, Lea Seydoux, Rosanna Arquette, Ashley Judd, Jane Fonda, Rose McGowan, Lucia Evans. Aktris Italia Asia Argento dan aktris Inggris Sophie Dix juga mengaku diperkosa Harvey.

Sejumlah mantan karyawan Harvey di Miramax dan The Weinstein Company juga mengalami pelecehan seksual dilakukan bos mereka. Dikabarkan, Harvey membayar sejumlah korbannya dengan uang supaya tutup mulut. Namun, petinggi Weinstein Company mengaku selama ini mereka tidak sadar ada pengeluaran perusahaan terselubung ternyata buat membungkam para korban Harvey.

Istri Harvey, Georgina Chapman, mengatakan mereka sementara ini berpisah dan berencana bercerai. Dia mengaku malu dan kecewa berat setelah tahu perangai buruk sang suami.

Skandal Harvey mengguncang industri perfilman Amerika Serikat. Sebab, dia melakukan hal itu lebih dari tiga dasawarsa dan korbannya adalah sejumlah aktris Hollywood serta karyawannya di The Weinstein Company dan perusahaan sebelumnya, Miramax.

Padahal, reputasi Harvey di dunia perfilman Barat dikenal sangat baik. Sebab, dia sudah beberapa kali menyabet penghargaan di sejumlah ajang penghargaan film dunia seperti Festival Film Canes serta piala Oscar. Namun, setelah perangai buruknya dibeberkan oleh surat kabar New York Times membikin para penyelenggara memberikan anugerah kepada Harvey berpikir ulang.

Akademi Seni dan Film Amerika Serikat sebagai pihak memberikan piala Oscar menyatakan bakal menggelar pertemuan akhir pekan ini buat membahas keputusan mesti diambil menyikapi persoalan itu. Mereka sudah menyerahkan 81 piala Oscar kepada Weinstein saat dia masih bekerja di Miramax dan kemudian mendirikan Weinstein Company. Belum diketahui apakah ada opsi seluruh piala Oscar diterima Harvey bakal ditarik kembali atau tidak. Mereka menyatakan perbuatan Harvey melecehkan perempuan sangat menjijikkan.

Ungkapan sama juga disampaikan penyelenggara Festival Film Cannes. Akademi Seni Film dan Televisi (BAFTA) Inggris bahkan sudah bertindak lebih keras. Mereka membekukan keanggotaan Harvey begitu pemberitaan soal skandal pelecehan seks itu mencuat. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini