Pendiri Wikileaks resmi jadi buronan kelas wahid pemerintah AS

Jumat, 21 April 2017 14:04 Reporter : Yulistyo Pratomo
Julian Assange. Guardian

Merdeka.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi menyatakan penangkapan terhadap pendiri Wikileaks, Julian Assage, merupakan prioritas utama. Bahkan, kejaksaan agung AS diyakini sudah mempersiapkan pasal-pasal yang dipakai untuk menjebloskannya ke dalam penjara.

Dilansir laman belfasttelegraph.co.uk, Jumat (21/4), Wikileaks dikenal sering mempublikasikan informasi mengenai aktivitas pemerintah AS. Postingan pertamanya adalah sebuah video mengenai serangan yang dilakukan tentara AS terhadap sebuah mobil berisi warga sipil di Irak.

"Kami akan meningkatkan usaha kami dan telah meningkatkan usaha kami dalam segala kebocoran," kata Jaksa Agung AS, Jeff Sessions.

Sampai bulan lalu, Wikileaks telah mengungkap sekitar 8.000 dokumen rahasia mengenai peralatan mata-mata siber CIA untuk mengakses ke dalam komputer, telepon selular dan smart TV milik warga AS. Sejak dinyatakan sebagai pelaku kriminal, dia berusaha mencari suaka ke sejumlah negara hingga ditampung di kedutaan besar Ekuador.

"Kami profesional dalam menjaga keamanan di Amerika Serikat selama bertahun-tahun dan terkejut setelah mendapatkan sejumlah kebocoran dan beberapa di antaranya sangat serius. Jadi iya, ini adalah prioritas. Kami sudah mulai meningkatkan usaha dan apapun yang bisa didapatkan dari kasus ini, kami akan memasukkan seseorang ke dalam penjara," lanjut Sessions.

Dia dicari dengan tuduhan pemerkosaan terhadap seorang wanita di Swedia pada 2010 lalu, namun dia takut akan diekstradisi ke AS atas aktivitas Wikileaks yang dibangunnya.

Meski demikian, pengacara Assage, Barry Pollack, mengaku tidak terlalu khawatir dengan ancaman baru yang diucapkan pemerintah AS. Dia meminta agar Departemen Kehakiman tidak memperlakukan informasi nyata sebagai tindak kriminal.

"Demokrasi selalu bersandar pada jurnalis untuk menginformasikan kepada publik tentang apa yang dilakukan pemerintah mereka," ucapnya. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Wikileaks
  2. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.