Pendiri Huawei: AS Tak Bisa Hancurkan Perusahaan Kami

Rabu, 20 Februari 2019 18:15 Reporter : Hari Ariyanti
Pendiri Huawei: AS Tak Bisa Hancurkan Perusahaan Kami pendiri huawei ren zhengfei dan xi jinping. ©Reuters/Matthew Lloyd

Merdeka.com - Pendiri Huawei, Ren Zhengfei membalas dakwaan pidana terhadap perusahaannya yang disebutnya bermuatan politik. Huawei dituduh mengancam keamanan nasional.

Zhengfei menegaskan Amerika Serikat (AS) tak akan bisa menghancurkan perusahaannya. Demikian dilansir dari The Guardian, Rabu (20/2).

Washington memperingatkan sekutunya yang memanfaatkan produk teknologi dari Huawei. Namun Zhengfei, yang putrinya Meng Wanzhou (salah satu pimpinan eksekutif Huawei) saat ini didakwa oleh jaksa AS, menegaskan perusahaannya akan tetap bertahan kendati menghadapi berbagai tekanan.

"Tidak mungkin AS bisa menghancurkan kami. Dunia tidak meninggalkan kami karena kami jauh lebih canggih. Bahkan jika mereka membujuk negara-negara lain tidak menggunakan teknologi kami untuk sementara, kami selalu dapat menurunkan sedikit standar," jelasnya.

Putrinya ditangkap di Kanada pada Desember lalu atas permintaan AS dan didakwa salah satunya dengan tuduhan penipuan bank. Ren menuduh Washington memimpin penyelidikan bermotif politik atas perusahaannya.

"Pertama, saya keberatan dengan apa yang telah dilakukan AS. Tindakan bermuatan politik semacam ini tidak dapat diterima. AS gemar memberi sanksi kepada orang lain; setiap kali ada masalah, mereka akan menggunakan metode agresif seperti itu. Kami keberatan dengan ini. Tapi sekarang kami sudah melewati jalan ini, kami serahkan pengadilan menyelesaikannya," jelasnya.

Dia mengakui tindakan AS akan berdampak pada turunnya pelanggan Huawei secara signifikan. Namun dia bersikeras: "Bahkan jika mereka membujuk lebih banyak negara untuk tidak menggunakan kami sementara waktu, kami selalu dapat berhemat dan menjadi lebih ringan."

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengancam akan mengurangi kerja sama AS dengan negara-negara yang memilih mempertahankan penggunaan perangkat Huawei. Washington dilaporkan telah menekan London dan sekutu lainnya agar tidak menggunakan teknologi perusahaan tersebut.

AS meyakini sistem Huawei tidak aman dan berpotensi memudahkan intelijen China mengakses jaringan telekomunikasi Barat. Hal ini telah dibantah Huawei.

AS percaya ketidakamanan dalam sistemnya dapat memungkinkan intelijen China mengakses jaringan telekomunikasi barat - tuduhan yang dibantah Huawei. Para kepala keamanan di Inggris menginformasikan risiko menggunakan teknologi jaringan 5G dapat diatasi.

Namun pemerintah Inggris belum memutuskan untuk melarang Huawei. Kepada BBC Zhengfei mengatakan tak akan menarik investasinya karena persoalan ini.

"Kami akan melanjutkan investasi kami di Inggris," ujarnya.

"Kami masih percaya terhadap Inggris dan kami harap Inggris juga lebih mempercayai kami. Kami akan berinvestasi lebih banyak di Inggris. Karena jika AS tidak mempercayai kami, kami selanjutnya akan mengalihkan investasi kami dari AS ke Inggris dengan skala yang jauh lebih besar," tambahnya.

Zhengfei juga membantah teknologi perusahaannya dimanfaatkan China untuk memata-matai Barat.
"Pemerintah China telah dengan jelas mengatakan mereka tidak akan memasang sistem rahasia apapun. Dan kami juga tidak memasang sistem rahasia. Kami tidak akan merugikan negara kami dan pelanggan kami di seluruh dunia, karena hal seperti ini. Perusahaan kami tidak akan pernah melakukan kegiatan mata-mata. Jika kami melakukan tindakan seperti itu, maka saya akan menutup perusahaan ini," jelasnya.

Pihak berwenang AS telah menerbitkan dua dakwaan terhadap Huawei. AS menuduh perusahaan ini melanggar sanksi AS terhadap Iran dan berencana mencuri informasi rahasia dan mengirimnya ke Beijing. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Huawei
  2. Amerika Serikat
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini