Pendeta Katolik Pelaku Pelecehan Seksual di Filipina Akan Dideportasi ke AS

Kamis, 6 Desember 2018 17:13 Reporter : Ira Astiana
Pendeta Katolik Pelaku Pelecehan Seksual di Filipina Akan Dideportasi ke AS Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak. © Doctor Insta

Merdeka.com - Pendeta Katolik asal Amerika Serikat, Kenneth Bernard Hendricks, akan dipulangkan ke negara asalnya setelah terlibat hukum di Filipina. Hendricks ditangkap pihak berwenang Filipina karena terbukti telah melakukan kejahatan seksual.

Surat perintah pemanggilan terhadap pria 77 tahun tersebut dikeluarkan oleh pengadilan AS. Setelah mendapat surat perintah itu, pihak berwenang Filipina langsung menangkap Hendricks di kediamannya di Naval, Biliran.

Hendricks dilaporkan telah melakukan pelecehan seksual selama 37 tahun kepada puluhan bocah laki-laki saat beribadah.

"Kami tidak akan membiarkan predator seksual terus memangsa anak-anak kami," kata juru bicara, Dana Krizia Sandoval, dalam sebuah pernyataan dikutip dari laman Straits Times, Kamis (6/12).

Hendricks diterbangkan ke kedutaan AS di Manila untuk memenuhi langkah-langkah agar bisa segera dideportasi dan menghadapi dakwaan di negara bagian Ohio, AS.

Belum ada komentar resmi dikeluarkan oleh kedutaan AS dan dari Keuskupan Naval Katolik mengenai skandal ini. Namun, Hendricks yang sempat ditemui setelah ditangkap mengaku sedih dengan kasus yang menimpanya.

"Saya sedih harus meninggalkan kota ini," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Hendricks telah melakukan pelecehan seksual kepada sekitar 50 anak laki-laki, yang sebagian besar pernah menjadi asisten altar. Satu korban dikatakan baru berusia tujuh tahun. [ias]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini