Penari Perut di Mesir Dihukum Tiga Tahun Penjara Atas Dakwaan Asusila

Senin, 29 Juni 2020 18:06 Reporter : Hari Ariyanti
Penari Perut di Mesir Dihukum Tiga Tahun Penjara Atas Dakwaan Asusila Penari perut. alarabiya.net

Merdeka.com - Penari perut ternama Mesir, Sama El-Masry divonis hukuman 3 tahun penjara dan denda 300.000 pounds Mesir atau sekitar Rp 266 juta pada Sabtu atas dakwaan "mendorong perbuatan asusila" dan "tak bermoral" di tengah keributan di media sosial terkait unggahan yang berkaitan dengan dirinya, seperti dilaporkan Reuters.

Pengadilan Niaga Kairo mengatakan kesalahan hukum El-Masry yaitu telah melanggar prinsip-prinsip dan nilai-nilai masyarakat Mesir, serta membangun, mengelola, dan menggunakan situs dan akun media sosial untuk melakukan perbuatan "tak bermoral", seperti dilansir dari Alaraby, Senin (29/6).

El-Masry (42) ditangkap pada April sebagai bagian dari penyelidikan unggahan di jaringan media sosial, termasuk TikTok.

Meskipun sifat konten media sosial El-Masry belum ditentukan, dia membantah tuduhan itu dan mengatakan konten itu dibocorkan dari ponselnya. Dia mengatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Sebagai pendukung pemerintah Mesir, El-Masry sebelumnya bergabung dengan kampanye nasional 2016 yang dipimpin oleh tokoh agama pro-pemerintah untuk mendorong moralitas di kalangan warga Mesir.

1 dari 1 halaman

Tahun ini telah terjadi sejumlah penangkapan terhadap bintang media sosial perempuan Mesir.

TikTok dan influencer Instagram Haneen Hossam ditangkap pada April oleh Kementerian Dalam Negeri Mesir karena dituduh mendorong perbuatan asusila dan "melanggar moral publik" setelah Hossam mengunggah sebuah video yang mengkampanyekan kesempatan kerja bagi perempuan untuk membuat konten media sosial.

Influencer lainnya, Mowada Al-Adham ditangkap dengan tuduhan yang sama bulan lalu.

Juga bulan lalu, influencer berusia 17 tahun Menna Abdelaziz mengunggah video menunjukkan dia menangis dengan wajah babak belur, mengungkapkan sesama influencernya Mazen Ibrahem (25) telah memukul dan memperkosanya. Dia mengatakan seorang teman perempuan merekam serangan itu dan membagi rekaman tersebut di media sosial.

Menna Abdelaziz kemudian ditangkap pihak berwenang Mesir, bersama dengan enam orang lainnya. Gadis remaja ini menghadapi tuduhan "mendorong perbuatan asusila" dan "melanggar nilai-nilai masyarakat Mesir". [pan]

Baca juga:
Pria Mesir Ciptakan Robot yang Mampu Lakukan Tes Covid-19
Ulama Al-Azhar: Muslim Dilarang Jadi Makmum di Belakang TV yang Siarkan Salat Id
Ulama Al-Azhar: Muslim Tidak Boleh Tinggalkan Puasa Meski Ada Pandemi Corona
Polisi Mesir Buru Pelaku Perundungan Terhadap Turis China Karena Virus Corona

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mesir
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini