Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese Terpilih Jadi Perdana Menteri Australia

Minggu, 22 Mei 2022 12:17 Reporter : Hari Ariyanti
Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese Terpilih Jadi Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kanan), Perdana Menteri Australia terpilih. ©Jaimi Joy/Reuters

Merdeka.com - Pemimpin partai Buruh, Anthony Albanese mengklaim kemenangannya dalam pemilu nasional setelah Perdana Menteri (PM) Scott Morrison mengaku kalah saat proses penghitungan suara masih berlangsung. Kemenangan Albanese ini mengakhiri hampir satu dekade pemerintahan kelompok konservatif.

"Rakyat Australia telah memilih demi perubahan. Saya sangat tersanjung dengan kemenangan ini," kata Albanese kepada pendukungnya di Sydney pada Sabtu, setelah partainya mendekati kemenangan setelah sembilan tahun menjadi oposisi.

"Menurut saya rakyat telah cukup terpecah belah, yang mereka inginkan adalah bersatu sebagai bangsa dan saya ingin mengarahkan itu," lanjutnya, dikutip dari laman Al Jazeera, Minggu (22/5).

Menurut hasil penghitungan suara sementara, sejauh ini partai Buruh memperoleh 72 kursi, kurang empat kursi dari mayoritas di majelis rendah parlemen yang beranggotakan 151 orang. Sedangkan koalisi sayap tengah-kanan yang dipimpin PM Scott Morrison sejauh ini memperoleh 51 kursi. Morrison mengakui kekalahannya pada Sabtu walaupun penghitungan suara masih berlangsung.

"Malam ini, saya sudah berbicara dengan pemimpin oposisi dan Perdana Menteri Anthony Albanese yang akan datang, dan saya telah mengucapkan selamat pada beliau atas kemenangannya dalam pemilu malam ini," jelas Morrison dalam pidatonya yang disiarkan televisi di Sydney.

Morrison juga menyatakan akan mundur sebagai pemimpin partai Liberal.

Hasil akhir penghitungan suara bisa memakan waktu panjang sampai penghitungan suara yang dikirim lewat pos rampung. Warga Australia diwajibkan memilih dan menurut Komisi Pemilu Australia (AEC), janya 17,2 juta warga yang mendaftar untuk memilih.

Australia menggunakan sistem pemungutan suara preferensial, berbeda dengan sistem pemilihan sederhana yang digunakan di negara-negara seperti Inggris dan Amerika Serikat. Pemilih Australia memberi peringkat pilihan kandidat mereka dalam kertas suara.

Baca juga:
RI-Australia Berpotensi Kerja Sama di Bidang Film Hingga E-Sport
Enaknya Jadi Pemulung di Australia, Barang-Barang Mahal Masih Bagus Dibuang Bule
Tiga Subvarian Baru Omicron Terdeteksi di Australia
Potret Kombes Bhirawa Adik Panglima TNI Andika Antar Anak Kuliah di Australia
Ayah & Anak WNI Jadi Pemulung di Australia, Uang yang Didapat Fantastis
Gagahnya Jenderal Andika Saat Melihat Kapal Selam Angkatan Laut Australia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini