Pemilu Wali Kota Turki Diulang karena Partai Erdogan yang Kalah Ajukan Banding

Selasa, 7 Mei 2019 16:17 Reporter : Merdeka
Pemilu Wali Kota Turki Diulang karena Partai Erdogan yang Kalah Ajukan Banding Siluet Presiden Recep Tayyip Erdogan. AFP

Merdeka.com - Komisi pemilihan umum Turki kemarin mengumumkan hasil pemilu wali kota Istanbul dibatalkan dan pemilihan ulang akan digelar kembali pada akhir bulan depan.

Dalam pemilu di Istanbul, partai Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan yakni AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi) mengalami kekalahan telak. Ekrem Imamoglu dari pihak oposisi berhasil mengungguli Binali Yildirim, kandidat wali kota dari AKP.

AKP mengajukan banding untuk pembatalan pemungutan suara pada 31 Maret lalu. Ia mengatakan pemilu penuh kecurangan, seperti pencurian kotak suara.

Komisi pemilihan kemudian mengatakan pada Senin bahwa petugas pemungutan suara yang mengawasi pemilu bukanlah pegawai negeri. Hal itu berarti pelanggaran terhadap hukum, menurut kantor berita pemerintah Turki.

Kontroversi

Seruan lantang AKP untuk mengulang pemilihan Istanbul itu mengundang kecaman banyak pihak. Erdogan dan partainya disebut-sebut berpotensi melemahkan demokrasi Turki hanya untuk tujuan yang sempit: mempertahankan kekuasaan atas kota terbesar di Negeri Ataturk itu.

Sebagaimana diketahui, kekalahan AKP tidak hanya terjadi di Istanbul, namun juga Ankara. Di ibu kota Turki itu, oposisi dari CHP bernama Mansur Yavas berhasil mendapatkan kemenangan. Ia resmi mengambil alih kepemimpinan Ankara dalam sebuah upacara singkat pada Senin, 8 April 2019.

Pada Sabtu akhir pekan lalu, Erdogan berbicara kepada para eksekutif bisnis. Ia menjelaskan bagaimana menurutnya komisi pemilihan harus bertindak.

"Aku belum bicara sampai hari ini, aku tetap diam. Tapi cukup sudah ... Warga memberi tahu saya bahwa pemilihan ini harus diulang," katanya.

Para analis politik justru mengatakan, keputusan mengulang pemilu adalah pertaruhan berisiko tinggi bagi Erdogan. Mengingat tidak jelas apakah pemilu yang bebas dan adil akan mengubah hasil saat ini.

Untuk diketahui, pihak oposisi sukses mendapatkan kemenangan di seluruh negeri karena diuntungkan oleh ketidakpuasan masyarakat terhadap ekonomi Turki yang lemah.

Upaya Erdogan yang agresif untuk membatalkan pemungutan suara di Istanbul mungkin akan semakin menghilangkan simpati masyarakat, terlebih kaum muda.

"Ini adalah langkah yang sangat berisiko. Jika dia kalah dalam pemilihan (ulang), kerugiannya akan semakin sulit untuk ditanggung. Figurnya akan hancur," kata Gonul Tol, Direktur Pusat Studi Turki di Middle East Institute, Washington.

Gonul menambahkan jika AKP menang sekalipun, itu tidak akan menjadi "kemenangan yang nyata."

Reporter: Siti Khotimah

Sumber: Liputan6.com [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini