Pemerintah China Tutup Kota Wuhan Karena Wabah Virus Corona

Kamis, 23 Januari 2020 13:10 Reporter : Hari Ariyanti
Pemerintah China Tutup Kota Wuhan Karena Wabah Virus Corona Petugas menyemprotkan disinfektan di stasiun kereta di Wuhan, China.. ©2020/AFP - Getty Images

Merdeka.com - Pemerintah China pada Kamis pagi menutup Wuhan - kota dengan lebih dari 11 juta penduduk dan pusat penyebaran virus corona. Pemerintah membatalkan keberangkatan pesawat dan kereta api, dan menangguhkan keberangkatan bus, kereta bawah tanah, dan feri.

Pengumuman itu, dibagikan di media pemerintah China hanya beberapa jam sebelum diberlakukan. Sehari sebelumnya, pihak berwenang mendesak orang-orang untuk tidak melakukan perjalanan ke atau dari kota tersebut.

Virus baru, yang pertama kali muncul pada akhir Desember, telah menewaskan sedikitnya 17 orang dan lebih dari 571 orang terinfeksi, termasuk di Taiwan, Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kasus ini mengulang ketakutan akan epidemi SARS, yang ditemukan di China pada tahun 2002 dan 2003 dan menyebar dengan cepat. Virus itu akhirnya membunuh lebih dari 800 orang di seluruh dunia.

Pihak berwenang China mengatakan penutupan tersebut diperlukan agar secara efektif bisa menghentikan penularan virus, menghentikan penyebaran epidemi, dan memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Selanjutnya pemerintah China akan mengumumkan sampai kapan penutupan ini akan berlangsung.

Berita penutupan ini dengan cepat menyebar di media sosial China, Sina Weibo. Tagar #PenutupanWuhan menjadi trending yang dilihat lebih dari 1,6 juta orang.

Sejumlah pengguna media sosial mendukung penutupan tersebut. Sementara yang lain bertanya-tanya bagaimana warga yang sakit akan pergi ke rumah sakit tanpa transportasi umum.

Tom Inglesby, Direktur Johns Hopkins Center for Health Security, mengatakan bahwa sebuah kota seukuran Wuhan memiliki "puluhan ribu koneksi dengan dunia luar yang datang dan pergi sepanjang waktu, membawa makanan dan obat-obatan."

"Kompleksitas dan biaya penurunan itu akan berpotensi sangat tinggi," ujarnya, dikutip dari The New York Times, Kamis (23/1).

1 dari 1 halaman

Sekitar 30.000 orang terbang dari Wuhan pada hari biasa, menurut data lalu lintas udara yang dianalisis oleh para peneliti di Universitas Northeastern di Boston. Selain itu banyak juga yang menggunakan transportasi darat seperti kereta dan mobil.

Kota ini adalah pusat industri dan perdagangan di China tengah, rumah bagi bandara terbesar di kawasan ini dan pelabuhan laut, kota ini juga dikenal sebagai Chicago di China. Wuhan populer di kalangan wisatawan karena arsitektur kolonialnya, mie pedas, dan kedekatannya dengan Sungai Yangtze.

Dalam jangka pendek, penutupan ini dapat merusak rencana perjalanan jutaan warga China, yang bepergian dalam jumlah besar selama liburan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada Jumat. Pemerintah mengatakan akan menutup bandara dan stasiun kereta api Wuhan untuk keberangkatan, dan mendesak warga untuk tidak meninggalkan kota - pusat transportasi utama - kecuali mereka memiliki alasan mendesak untuk melakukannya. [pan]

Baca juga:
Cegah Virus Corona, WHO Sarankan Hindari Konsumsi Daging Mentah
Dinkes DKI Imbau Warga Waspadai Wabah Virus Corona dari China
Benarkah Ular Kobra Sumber Penyebaran Virus Corona yang Gegerkan Dunia?
Para Ilmuwan Amerika Ciptakan Vaksin Untuk Cegah Penyebaran Wabah Virus Corona
Menyebar ke Rusia, Satu Orang Dirawat Karena Terjangkit Virus Corona
Ketahui Perbedaan Penyakit Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Akibat Virus Corona
Vaksin Pneumonia Biasa Tak Bisa untuk Atasi Virus Corona atau Pneumonia Wuhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini