Pemburu Fosil Amatir Kaget Bisa Temukan Kerangka Hewan Purba Berusia 100 Juta Tahun

Kamis, 8 Desember 2022 07:27 Reporter : Hari Ariyanti
Pemburu Fosil Amatir Kaget Bisa Temukan Kerangka Hewan Purba Berusia 100 Juta Tahun Penemuan plesiosaurus di Australia. ©Queensland Museum

Merdeka.com - Penemuan kerangka reptil laut raksasa berusia 100 juta tahun di Australia dipuji para peneliti sebagai terobosan yang dapat memberikan petunjuk penting tentang kehidupan prasejarah.

Sisa-sisa plesiosaurus remaja berleher panjang setinggi 6 meter, juga dikenal sebagai elasmosaurus, ditemukan trio pemburu fosil amatir di peternakan di pedalaman Queensland barat pada Agustus. Trio pemburu fosil ini dikenal sebagai "Rock Chicks" - Cassandra Prince, saudara perempuannya Cynthia, dan Sally.

Kurator senior paleontologi di Museum Queensland, Espen Knutsen menyamakan penemuan itu dengan Batu Rosetta – balok granit Mesir Kuno yang ditemukan kembali pada 1799 yang membantu para ahli memecahkan kode hieroglif.

"Kami belum pernah menemukan tubuh dan kepala secara bersamaan dan ini bisa menjadi kunci untuk penelitian masa depan di bidang ini," jelas Knutsen dalam sebuah pernyataan pada Rabu (7/12) yang mengkonfirmasi penemuan tersebut, dilansir CNN.

Temuan ini, lanjutnya, bisa memberi ahli paleontologi wawasan yang lebih besar tentang asal-usul, evolusi, dan ekologi periode kapur di wilayah tersebut.

“Karena plesiosaurus ini memiliki dua pertiga leher, seringkali kepalanya akan terpisah dari tubuh setelah mati, sehingga sangat sulit untuk menemukan fosil yang mengawetkan keduanya,” jelasnya.

Elasmosaurus, yang tumbuh dengan panjang antara 8 dan 10 meter, hidup di Laut Eromanga, yang menutupi sebagian besar pedalaman Australia dengan perairan sedalam 50 meter sekitar 150 juta tahun yang lalu.

Knutsen menyampaikan kepada CNN, ketika elasmosaurus mati, bangkainya membengkak karena gas sehingga muncul ke permukaan air dan seringkali kepalanya akan putus ketika pemangsa mengais-ngais bangkai. Ini membuat penemuan fosil utuh elasmosaurus menjadi langka.

Dia menambahkan, karena temuan terbaru adalah spesimen muda, hal itu akan menjelaskan bagaimana bentuk tubuh elasmosaurus berubah dari muda menjadi dewasa.

"Kita akan melihat sifat kimia giginya dan itu dapat memberi tahu kita sesuatu tentang ekologinya dalam hal habitat juga, apakah ia bermigrasi sepanjang hidupnya, atau apakah ia tinggal di habitat yang sama, dan juga ke soal makanannya," jelasnya.

Reptil laut purba seperti plesiosaurus dan ichthyosaurus tidak diklasifikasikan sebagai dinosaurus meskipun mereka hidup sekitar waktu yang sama.

Plesiosaurus berevolusi dari nenek moyang yang hidup di darat dan karena itu tidak memiliki insang dan kadang-kadang harus muncul ke permukaan untuk mencari udara. Masih belum diketahui berapa lama mereka bisa bertahan di bawah air.

Baca juga:
Kalung Emas Paling Mewah Berusia 1.300 Tahun Jadi Temuan Paling Penting di Inggris
Temuan Rumah Berusia 5.000 Tahun Jadi Petunjuk Peradaban Kuno di China
Benda Misterius Mirip Jejak Sepanjang 24 Meter Ditemukan di Pantai Florida AS
Dinosaurus yang Bisa Hidup di Air Ditemukan di Mongolia
Dinosaurus Pernah Bertarung dengan Buaya Purba 67 Juta Tahun Lalu
Fosil Naga Laut Berusia 180 Juta Tahun Ditemukan di Waduk Inggris

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini