Pemantau Independen Sebut Tidak Ada Kecurangan Pemilu Myanmar 2020

Selasa, 18 Mei 2021 12:00 Reporter : Hari Ariyanti
Pemantau Independen Sebut Tidak Ada Kecurangan Pemilu Myanmar 2020 Aung San Suu Kyi sapa pendukung saat pemilu Myanmar. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemantau independen menolak klaim kecurangan pemilih dalam Pemilu Myanmar 2020, tiga bulan setelah militer menggulingkan kekuasaan melalui kudeta. Asian Network for Free Elections mengatakan hasil pemilu mewakili kehendak rakyat Myanmar.

Militer membenarkan kudeta Februari dengan menuduh adanya kecurangan besar pemilih, tapi tidak menyertakan bukti yang menguatkan tuduhan tersebut.

Pemilu dimenangkan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Aung Sang Suu Kyi. Suu Kyi dan sejumlah pejabat terpilih lainnya ditangkap pada 1 Februari dalam penggerebekan militer. Sejak saat itu Suu Kyi hanya terlihat melalui jaringan video.

Laporan pemantau pemilu menggambarkan keputusan militer menolak hasil pemilu “tidak dapat dibuktikan”.

Militer Myanmar belum menanggapi laporan tersebut. Sebelumnya militer mengatakan pihaknya akan menggelar pemilu baru dalam dua tahun.

Asian Network for Free Elections yang mengamati 400 TPS dalam pemungutan suara November lalu, mengakui sejumlah "ketidakberesan" dalam pemungutan suara - tetapi mereka mengatakan itu disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan sejumlah konflik di Myanmar.

Pemantau ini juga mengatakan ketidakberesan itu membuat pemilu tidak sebebas dan seadil pemungutan suara sebelumnya pada 2015. Tapi hasilnya mempresentasikan kehendak rakyat dan menunjukkan demokrasi Myanmar membuat kemajuan.

“Meskipun pandemi Covid-19 berkecamuk, 27,5 juta orang memberikan suara berkat kerja keras staf TPS dan pejabat pemilihan atau kesehatan; suara mereka tidak bisa dibungkam,” jelas laporan itu. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini