Peluru ini mampu robek organ dalam tubuh manusia

Rabu, 29 Januari 2014 19:04 Reporter : Ardini Maharani
Peluru ini mampu robek organ dalam tubuh manusia RIP peluru yang mampu menembus organ tubuh dan menyebabkan kesakitan maksimal. dailymail.co.uk ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah peluru diklaim mampu merobek semua organ dalam manusia. Benda ini ditujukan khusus bagi perempuan demi melindungi dirinya.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Rabu (29/1), peluru ini diproduksi di Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat oleh perusahaan Riset G2 dan diberi nama proyektil invasi radikal (RIP).

Peluru ini memecah delapan bagian dan memiliki tiga sudut lancip di tengah-tengah hingga menembus lapisan organ lebih cepat. "Peluru ini dapat menembus batu, kayu lapir, logam, kaca, dan menghancurkan seluruhnya. Peluru ini mencabik benda padat dan membuatnya menjadi serpihan," situs G2 menuliskan.

Pemimpin perusahaan G2 Cliff Brown mengatakan peluru ini memang ditujukan bagi perempuan ingin melindungi rumahnya dari orang asing. Sering sekali para ibu harus menembak orang asing hingga lima atau enam kali sebab tidak mampu mengendalikan senapan. Namun peluru ini dibuat seefektif mungkin dan kecil kemungkinan meleset.

G2 menguji peluru ini dan hasilnya nihil gagal. RIP juga bisa digunakan pada pelbagai jenis senjata api di pasaran.

Meski demikian untuk penggunaan umum peluru ini tidak dapat menembus tubuh level 3A seperti dimiliki para penegak hukum. Dia hanya beroperasi dengan pecahan kecil seperti paku yang menembus kulit biasa dari banyak sisi.

RIP tidak sampai menyebabkan kematian. Dia hanya membuat rasa sakit dan penderitaan maksimal. [din]

Baca juga:
Biarawati Amerika bobol pabrik senjata nuklir
Bayi 18 bulan di Amerika dijadikan pelacur oleh ibunya
Empat eks Pria Marlboro meninggal karena kecanduan rokok
Pria Amerika 72 tahun lulus sarjana

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Amerika Serikat
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini