Peluncuran Uji Coba Roket Hipersonik AS Gagal di Tengah Keberhasilan China

Jumat, 22 Oktober 2021 17:11 Reporter : Hari Ariyanti
Peluncuran Uji Coba Roket Hipersonik AS Gagal di Tengah Keberhasilan China rudal hipersonik. ©Sputnik / Ildus Gilyazutdinov

Merdeka.com - Program senjata hipersonik Pentagon mengalami kemunduran pada Kamis ketika roket peluncur yang membawa senjata hipersonik gagal. Kegagalan ini disampaikan orang-orang yang mengikuti pemaparan kegagalan uji coba ini kepada Reuters.

“Uji coba bertujuan untuk memvalidasi aspek salah satu kendaraan luncur hipersonik Pentagon dalam pengembangan. Kendaraan luncur hipersonik diluncurkan dari roket di atmosfer atas sebelum meluncur ke target dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara, atau sekitar 3.853 mil (6.200 kilometer) per jam,” lapor Reuters mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Laporan Reuters muncul setelah Pentagon mengumumkan Angkatan Laut dan Angkatan Darat AS menggelar tiga uji coba yang “berhasil” pada prototipe komponen senjata hipersonik pada hari Rabu yang akan menginformasikan pengembangan senjata baru.

Sebelumnya dilaporkanLaboratorium Nasional Sandia (SNL) menlakukan uji coba dari Fasilitas Penerbangan Wallops NASA di Virginia yang seharusnya "menginformasikan pengembangan Conventional Prompt Strike (CPS) Angkatan Laut dan kemampuan serangan hipersonik ofensif Senjata Hipersonik Jarak Jauh (LRHW) Angkatan Darat."

Pentagon mengatakan uji coba itu terdiri dari tiga peluncuran roket yang terdengar presisi yang berisi eksperimen hipersonik dan "menunjukkan teknologi hipersonik canggih, kemampuan, dan sistem prototipe dalam lingkungan operasi yang realistis."

“Tes ini merupakan langkah penting dalam pengembangan rudal hipersonik umum yang dirancang Angkatan Laut, yang terdiri dari Common Hypersonic Glide Body (CHGB) dan booster, yang akan diterjunkan oleh Angkatan Laut dan Angkatan Darat dengan sistem senjata individu dan peluncur yang disesuaikan untuk peluncuran dari laut atau darat. Angkatan Laut dan Angkatan Darat akan terus bekerja sama dengan erat untuk memanfaatkan peluang pengujian bersama,” jelas pernyataan tersebut, dikutip dari Al Arabiya, Jumat (22/10).

Angkatan Laut dan Angkatan Darat akan melakukan uji terbang rudal hipersonik umum pada tahun fiskal 2022, yang dimulai pada 1 Oktober.

Rudal hipersonik, seperti rudal balistik tradisional, dapat terbang lebih dari lima kali kecepatan suara (5 Mach). Tapi hipersonik lebih bermanuver dibandingkan rudal balistik dan hanya membutuhkan lintasan rendah di atmosfer, membuat mereka lebih sulit untuk bertahan.

Uji hipersonik Pentagon dilakukan beberapa hari setelah AS menyatakan keprihatinan atas laporan Financial Times yang mengatakan China menguji rudal hipersonik berkemampuan nuklir pada Agustus.

China membantah laporan itu dengan mengatakan itu adalah pemeriksaan pesawat ruang angkasa rutin.

The Financial Times, mengutip lima sumber yang tidak disebutkan namanya yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan Sabtu lalu China meluncurkan rudal hipersonik yang menyelesaikan sirkuit di sekitar planet sebelum mendarat, kehilangan targetnya.

Awal bulan ini, Pentagon menyampaikan pihaknya ingin kontraktor pertahanan memotong biaya akhir senjata hipersonik karena harganya puluhan juta per unit. [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini