Pelaku Teror di Jembatan London Warga Inggris Pernah Dipenjara karena Terorisme

Senin, 2 Desember 2019 12:35 Reporter : Merdeka
Pelaku Teror di Jembatan London Warga Inggris Pernah Dipenjara karena Terorisme usman khan. ©AFP

Merdeka.com - Aksi penikaman terjadi di Ibu Kota London, Inggris, Kamis malam (29/11) atau Jumat dini hari WIB. Dua orang tewas dalam insiden yang dikategorikan sebagai terorisme oleh polisi Inggris itu.

Selain dua orang tewas, ada tiga orang terluka dalam teror ini. Pelaku menusuk para korban menggunakan pisau berukuran besar sebelum dilumpuhkan aparat keamanan.

Pihak Met Police atau polisi metropolitan dua hari lalu telah mengidentifikasi pelaku penyerangan di Jembatan London sebagai warga negara Inggris. Dia bernama Usman Khan, lelaki berusia 28 tahun dari Staffordshire.

Khan diketahui lahir di London dan berasal dari etnis Pakistan. Demikian dikutip dari Dawn, Sabtu (30/11).

"Kami sekarang berada dalam posisi untuk memastikan identitas tersangka, Usman Khan yang berusia 28 tahun, yang telah tinggal di daerah Staffordshire. Malam ini petugas akan melakukan pencarian di sebuah alamat di Staffordshire," ujar Asisten Komisaris Neil Basu mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Orang ini diketahui oleh pihak berwenang, telah dihukum pada 2012 karena pelanggaran terorisme," tambah Basu.

"Dia dibebaskan dari penjara pada Desember 2018 dengan lisensi yang jelas. Garis utama penyelidikan sekarang adalah untuk motif di balik serangan ini.

Usman Khan telah dibebaskan dengan syarat dari penjara setelah dihukum karena pelanggaran teror, termasuk keterlibatannya merencanakan penyerangan di London Stock Exchange pada 2010.

Khan merupakan salah satu dari sembilan ekstremis dari Stoke-on-Trent, Cardiff dan London yang dijatuhi hukuman pada Februari 2012 di pengadilan mahkota Woolwich.

Dia telah merencanakan untuk mendirikan "fasilitas pelatihan militer teroris" di tanah milik keluarganya di Kashmir, demikian dikutip dari The Guardian.

Khan, pada usia 19, merupakan yang termuda dari kelompok itu. Hakim Wilkie mengatakan Khan dan dua orang lainnya adalah "militan yang lebih serius" daripada yang lain.

Khan pada awalnya digolongkan tidak pernah dibebaskan kecuali dianggap tidak lagi sebagai ancaman, tetapi kondisi ini kemudian dicabut.

Dia dibebaskan dengan jaminan pada Desember 2018.

1 dari 1 halaman

Berencana Mendirikan Sekolah Teroris

Wilkie mengatakan Khan bersama rekannya Nazam Hussain dan Mohammed Shahjahan, berencana untuk mendanai dan mendirikan sekolah pelatihan teroris. Bahkan Khan dan Hussain berencana meninggalkan Inggris pada Januari 2011 untuk berlatih.

Dalam sebuah laporan bulan Juli 2013, pengulas independen terorisme menulis bahwa Khan adalah satu dari tiga pria dari Stoke yang telah melakukan perjalanan ke wilayah kesukuan yang dikelola pemerintah federal (Fata) dan berencana untuk mendanai, membangun, dan mengambil bagian dalam kamp pelatihan teroris di Kashmir.

Hal itu dimaksudkan untuk melakukan aksi teroris di masa depan. Mereka adalah bagian dari kelompok yang memiliki salinan majalah ekstremis berbahasa Inggris Al Qaidah, Inspire, dan berencana menaruh bom surat di pos.

Usman Khan merupakan warga negara Inggris keturunan Pakistan.

Dilansir dari Telegraph, dia meninggalkan bangku sekolah dan menghabiskan sebagian masa remajanya di Pakistan. Di sana dia tinggal bersama ibunya.

Setelah kembali ke Inggris, dia mulai berdakwah tentang ekstremisme di internet dan menarik banyak pengikut.

Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana

Sumber: Liputan6.com [pan]

Baca juga:
Aksi Heroik Warga Sipil Hentikan Pelarian Penusuk di London Bridge Tuai Pujian
Serangan Teroris di London Bridge, 2 Warga Tewas, Pelaku Ditembak Polisi
Tangis Kerabat Sambut Peti Jenazah Kasus Truk Inggris Tiba di Vietnam
Spesies Orangutan Terlangka Lahirkan Bayi di Kebun Binatang Inggris
Cerita Perempuan Muslim Bela Keluarga Yahudi yang Dihina di Kereta London
Gaya Jose Mourinho Melatih Pemain Tottenham Hotspur

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini