Pekerjaannya membosankan, pegawai tuntut mantan bos Rp 5,4 M

Selasa, 3 Mei 2016 11:32 Reporter : Muhammad Radityo
Pekerjaannya membosankan, pegawai tuntut mantan bos Rp 5,4 M Frederic Desnard. ©2016 Merdeka.com/mirror.co.uk

Merdeka.com - Seorang karyawan asal Prancis menuntut mantan bosnya senilai 280 ribu Poundsterling (setara Rp 5,4 miliar) karena menilai pekerjaanya membosankan. Dia menduga perusahaan secara tidak langsung sengaja memaksanya untuk berhenti kerja.

Frederic Desnard (44), mengklaim selama kurun empat tahun pengabdian, dia hanya diminta mengerjakan pekerjaan kasar yang teramat banyak. Imbasnya, Desnard merasa depresi, hancur, dan malu, memaksanya untuk berhenti kerja.

Desnard berkukuh membawa kasusnya ke pengadilan. Kasus tuntutan pada perusahaan dengan alasan bosan menjadi yang pertama dibahas Pengadilan Sengketa Industrial Prancis sepanjang sejarah. Desnard, sebelum berhenti kerja, resminya menjabat manajer sebuah perusahaan minyak wangi di Ibu Kota Paris.

Dia merasa jika dirinya dilucuti akan tanggung jawabnya dan merasa keberadaanya tidak pernah nyata.

"Saya pergi bekerja setiap harinya dengan rasa putus asa dan perasaan mengambang," katanya kepada televisi Prancis, BFM, seperti dikutip dari laman Mirror, Selasa (3/5).

"Ketika sampai di kantor, saya sering menitikkan air mata, namun tidak ada yang peduli karena ada atau tidaknya saya tidak ada bedanya," lanjutnya.

Pria Prancis ini lalu merasa malu telah dibayar untuk sesuatu yang tidak nyata. Namun, sang pengacara Jean Philippe Bennissan mengatakan kliennya tidak pernah mengatakan bila sudah dibayar secara kosong dalam pengabdiannya.

"Jika dia tidak melakukan apa pun selama bertahun-tahun, megapa dia tidak mengatakannya," ungkap sang pengacara.

Seorang ahil bidang kesehatan dan keselamatan kerja jean Claud Delgenes mengatakan rasa bosan tercipta ketika seorang pekerja merasa tidak lagi dirasakan kehadirannya dan tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan promosi.

"Kami memperkirakan ada 30 persen dari para pekerja Pancis yang merasakan bosan akan pekerjaannya, namun kebanyakan memilih untuk tetap tinggal karena takut menjadi pengangguran," paparnya. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Prancis
  2. PHK Karyawan
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini