Pejuang Kurdi klaim dapat bantuan Suriah usir Pasukan Turki di Afrin

Senin, 19 Februari 2018 09:32 Reporter : Farah Fuadona
Pejuang Kurdi klaim dapat bantuan Suriah usir Pasukan Turki di Afrin Tank milik Pasukan Turki di Afrin. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pejuang Kurdi yang berada utara dan barat Suriah mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Suriah di mana mereka akan mengirim pasukan untuk membantu mengusir pasukan Turki.

Pemerintah Suriah di Damaskus tidak memberikan konfirmasi. Seorang pejabat senior Kurdi, Badran Jia Kurd, mengatakan kepada Reuters bahwa tentara pemerintah dapat memasuki wilayah Afrin dalam beberapa hari dan mereka akan menyebar ke beberapa posisi perbatasan.

Kesepakatan tersebut juga dilaporkan oleh kelompok media Kurdi Irak Rudaw, yang mengutip seorang politikus Kurdi dari Suriah, dan sebuah kantor berita yang mendukung pasukan Kurdi Suriah.

Seperti dilansir dari laman BBC,Senin (19/2), jika kesepakatan tersebut benar-benar telah terjadi. Pasukan Turki tidak hanya berhadapan dengan pejuang Kurdi di Afrin, namun juga tentara Suriah, kata editor Layanan Dunia Timur Tengah BBC, Alan Johnston.

Turki menganggap pejuang Kurdi yang berada di Afrin dekat dengan perbatasan mereka, sebagai teroris. Turki melancarkan serangan besar terhadap mereka bulan lalu.

Saat ini tidak ada kehadiran militer Suriah di daerah tersebut. Pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menarik diri dari daerah utara Kurdi pada tahun 2012. Sejak itu Partai Persatuan Demokratik Kurdi (PYD) dengan cepat mengambil alih, didukung dengan pasukan bersenjata Unit Perlindungan Rakyat Suriah (YPG).

YPG merupakan kelompok yang membersihkan ISIS dari wilayah Suriah.

Turki berusaha menyingkirkan YPG dari Afrin karena menganggap kelompok tersebut sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), partai yang telah memperjuangkan otonomi Kurdi di Turki selama tiga dekade.

YPG pun telah menyangkal adanya hubungan militer atau politik langsung dengan PKK.

Militer Suriah dan YPG telah banyak menghindari konflik langsung dalam perang Suriah sejauh ini namun mengalami bentrokan sporadis.

"Kami dapat bekerja sama dengan pihak manapun yang membutuhkan bantuan kami karena kejahatan barbar dan kebungkaman internasional," kata Jia Kurd.

Namun, dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut menurutnya tidak termasuk dalam kesepakatan politik.

"Kami tidak tahu sampai sejauh mana pemahaman ini akan berlangsung karena ada sisi yang tidak puas dan ingin membuatnya gagal," katanya.

Utara dan barat laut Suriah kini menjadi wilayah yang kompleks lantaran banyak pasukan internasional dan regional berada di sana.

Menurut Reuters, seorang pejabat politik Kurdi mengatakan bahwa Rusia dapat menolak kesepakatan antara YPG dan pemerintah Suriah karena hal itu mempersulit upaya diplomatiknya sendiri dengan Turki.

Situasinya semakin diperumit oleh milisi YPG yang menerima dana dari Amerika Serikat, sebagai sekutu dalam perang melawan ISIS. [frh]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini