PBB wajibkan Israel bongkar permukiman Tepi Barat

Kamis, 31 Januari 2013 21:27 Reporter : Pandasurya Wijaya
PBB wajibkan Israel bongkar permukiman Tepi Barat Pembangunan perumahan warga Israel di tepi barat perbatasan dengan Palestina. bbc.co.uk ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik hak asasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memerintahkan Israel menghentikan perluasan pembangunan permukiman dan membongkar seluruh permukiman warga Yahudi di wilayah Tepi barat.

Surat kabar Chicago Tribune melaporkan, kamis (31/1), perbuatan Israel selama ini membangun permukiman di tepi Barat itu bisa dituntut sebagai kejahatan perang.

Tiga anggota panel PBB mengatakan perusahaan swasta harus menghentikan pembangunan itu jika merugikan hak asasi warga Palestina. PBB juga mendesak perusahaan-perusahaan itu menghormati hak asasi.

"Israel harus menghentikan segala bentuk pembangunan permukiman dan menyediakan ganti rugi yang pantas dan memadai bagi para korban perampasan hak asasi," ujar Christine Chanet, hakim asal Prancis yang memimpin penyelidikan PBB itu.

Laporan PBB itu menyebutkan permukiman itu dinyatakan melanggar Konvensi Jenewa Keempat yang menyatakan pemindahan penduduk ke wilayah jajahan bisa dianggap sebagai kejahatan perang menurut Pengadilan Kriminal Internasional.

Pada Desember tahun lalu dalam sebuah surat ke PBB, Palestina menuding Israel melakukan kejahatan perang karena memperluas pembangunan permukiman Yahudi usai Palestina meraih pengakuan sebagai negara di PBB.

Israel juga pada Maret lalu tak mau bekerja sama dengan Dewan Hak Asasi untuk membahas dampak pembangunan permukiman itu, termasuk di wilayah Yerusalem Timur.

Menteri Luar Negeri Israel menolak hasil penyelidikan PBB itu dengan menyebut laporan itu tidak sesuai dan tidak menguntungkan.

"Satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, termasuk isu permukiman adalah dengan pembicaraan langsung tanpa syarat apa pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor.

Pejabat Organisasi Pembebasan Palestina Hanan Ashrawi menyambut gembira keputusan PBB itu. "Ini sangat luar biasa. Kami sangat senang dengan keputusan ini," kata dia.

Para penyelidik independen PBB November tahun lalu mewawancarai lebih dari 50 warga pengungsi Palestina di Yordania. Mereka mengisahkan tentang tanah mereka yang telah dirampas Israel hingga penderitaan yang mereka alami. [fas]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini