PBB Ngeri dengan Pembantaian 35 Warga Sipil di Myanmar

Selasa, 28 Desember 2021 11:16 Reporter : Hari Ariyanti
PBB Ngeri dengan Pembantaian 35 Warga Sipil di Myanmar Kendaraan Militer Myanmar Ditempel Poster Kecaman Kudeta. ©2021 AFP/Sai Aung Main

Merdeka.com - Seorang pejabat tinggi PBB menyampaikanngeri dengan laporan sedikitnya 35 warga sipil dibunuh dan jasadnya dibakar di Myanmar timur, meminta pemerintah melakukan penyelidikan menyeluruh dan transparan.

Dua pekerja organisasi nirlaba, Save the Childer masih hilang setelah kendaraan mereka berada di antara kendaraan yang diserang dan dibakar di negara bagian Kayah.

Kelompok pemantau dan media lokal menyebut serangan tersebut dilakukan pasukan militer.

"Saya mengutuk insiden memilukan ini dan semua serangan terhadap warga sipil di seluruh negara tersebut, yang dilarang hukum kemanusiaan internasional," jelas Wakil Sekjen PBB bidang Urusan Kemanusiaan, Martin Griffiths dalam sebuah pernyataan pada Minggu.

"Saya menyerukan pihak berwenang segera melaksanakan penyelidikan menyeluruh dan transparan insiden tersebut sehingga pelaku bisa secepatnya diadili," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (28/12).

"Lebih jauh, saya menyerukan Pasukan Bersenjata Myanmar dan semua kelompok bersenjata di Myanmar mengambil semua tindakan untuk melindungi warga sipil dari gangguan."

Kedutaan besar Amerika Serikat di Myanmar pada Minggu mengatakan pihaknya syok dengan "serangan barbar di negara bagian Kayah yang menewaskan sedikitnya 35 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak".

"Kami akan terus menekan pertanggungjawaban pelaku kampanye kekerasan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Burma," jelas kedutaan besar AS dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter.

Pada Sabtu, beredar gambar di media sosial menunjukkan truk dan sebuah mobil terbakar di jalan raya daerah Hpruso, Kayah, yang didalamnya terdapat jasad manusia hangus terbakar.

Seorang anggota kelompok Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) pada Sabtu pagi mengatakan pejuangnya menemukan kendaraan tersebut setelah mendengar militer memberhentikan beberapa kendaraan di Hpruso setelah bentrok dengan pejuang PDF pada Jumat.

"Ketika kamu pergi memeriksa area tersebut pagi ini, kami menemukan jasad terbakar di dua truk. Kami menemukan 27 jasad," ujarnya kepada AFP dengan syarat anonim.

"Kami menemukan 27 tengkorak," kata salah seorang saksi mata lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya, yang juga mengatakan ada jasad lainnya yang tidak bisa dihitung.

Sebelumnya militer Myanmar mengatakan tentaranya diserang di Hpruso pada Jumat setelah berusaha menghentikan tujuh mobil yang berkendara menuju "jalur mencurigakan".

Juru bicara militer, Zaw Min Tun mengatakan kepada AFP, tentara membunuh sejumlah orang menyusul bentrokan tersebut, namun tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

2 dari 2 halaman

Kelompok pemantau, Myanmar Witness mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi laporan media lokal dan pengakuan saksi mata dari pejuang lokal "bahwa 35 orang termasuk anak-anak dan perempuan dibakar dan dibunuh oleh militer pada 24 Desember di daerah Hpruso".

Satelit data juga menunjukkan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.00 pada Jumat di Hpruso.

Myanmar berada dalam kekacauan politik sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih secara demokratis yang dipimpin Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu. Militer melakukan kudeta dengan dalih tuduhan kecurangan pemilu yang berlangsung pada November 2020 yang dimenangkan partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Lebih dari 1.300 orang terbunuh dalam tindakan keras pasukan militer selama unjuk rasa massal menentang kudeta, menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

[pan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini