PBB: Korea Utara Sembunyikan Senjata Nuklir

Rabu, 6 Februari 2019 15:46 Reporter : Tim Merdeka
PBB: Korea Utara Sembunyikan Senjata Nuklir Bendera Korea Utara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Diplomat Dewan Keamanan PBB mengungkapkan Korea Utara (Korut) sedang memindahkan senjata nuklir dan balistiknya dengan tujuan menyembunyikannya dari kemungkinan serangan militer Amerika Serikat (AS). Diplomat tersebut mengutip laporan dua tahunan PBB yang bersifat rahasia. Di dalam laporan itu juga disebutkan program nuklir dan rudal Korut tetap utuh dan tidak menunjukkan perubahan.

Dilansir dari CNN, Rabu (6/2), laporan itu mengemuka saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tanggal pertemuan tingkat tinggi kedua dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 27-28 Februari mendatang. Keduanya diperkirakan akan melanjutkan kesepakatan denuklirisasi hasil dari pertemuan pertama mereka di Singapura tahun lalu.

Pekan lalu, Trump memuji Korut atas "kemajuan luar biasa" dalam negosiasi. Di sisi lain, sumber diplomatik PBB mengatakan kepada CNN bahwa "laporan dua tahunan PBB" terbaru menunjukkan Pyongyang berusaha menjaga program nuklir dan balistiknya siap diluncurkan.

Diplomat PBB itu mengatakan, laporan menemukan "bukti kecenderungan yang konsisten di pihak DPRK (singkatan dari nama resmi Korea Utara) untuk membubarkan lokasi perakitan, penyimpanan, dan pengujiannya."

Panel para ahli yang menyusun laporan dibentuk setelah beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB yang bertujuan menekan Pyongyang untuk menghentikan uji coba nuklir dan peluncuran rudal. Laporan telah disampaikan kepada komite sanksi Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang pada Jumat (1/2) lalu.

Laporan itu juga menyebutkan, sanksi internasional tidak berdampak efektif menghalangi pengembangan nuklir Korut.
Korut menyerukan agar berbagai sanksi dicabut, "terus menentang resolusi Dewan Keamanan melalui peningkatan besar-besaran dalam pengiriman produk-produk minyak dan batu bara ilegal," demikian ringkasan itu.

Laporan sebelumnya juga menuduh Korut melakukan pelanggaran ini. "Bank-bank global dan perusahaan-perusahaan asuransi tanpa disadari terus memfasilitasi pembayaran dan menyediakan perlindungan bagi kapal-kapal dalam pengiriman produk-produk minyak yang lebih besar, bernilai jutaan dolar, dan ilegal," kata ringkasan itu.

Diplomat itu mengutip bank-bank AS dan Singapura yang terlibat dalam memfasilitasi pembayaran bahan bakar Korea Utara, serta "perusahaan asuransi terkemuka Inggris yang memberikan perlindungan dan perlindungan ganti rugi kepada salah satu kapal yang terlibat."

Diplomat tersebut mengatakan, laporan itu menemukan satu transfer minyak bumi bernilai lebih dari USD 5,7 juta. Ringkasan itu juga menuduh Korut melanggar embargo senjata PBB dan memasok senjata kecil, senjata ringan, dan peralatan militer lainnya ke Libya, Sudan, dan pemberontak Houthi di Yaman, melalui perantara asing.

Reporter: Rizki Akbar Hasan
Sumber: Liputan6 [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini