Paus Mati di Skotlandia, Perutnya Berisi 100 Kg Sampah dari Tali Sampai Jaring

Selasa, 3 Desember 2019 14:13 Reporter : Hari Ariyanti
Paus Mati di Skotlandia, Perutnya Berisi 100 Kg Sampah dari Tali Sampai Jaring Paus mati dan perut berisi 100 kilogram sampah di Skotlandia. ©2019/Scottish Marine Animal Stranding Scheme

Merdeka.com - Seekor ikan paus mati terdampar di pantai di Skotlandia dan ditemukan sekitar 100 kilogram sampah dari dalam perutnya mulai dari jaring, tali, plastik dan berbagai jenis sampah lainnya, menurut kelompok peneliti paus setempat.

Paus berusia 10 tahun tersebut ditemukan pada 30 November lalu di Pantai Luskentyre di Outer Hebrides setelah terdampar di pasir pantai, menurut kelompok tersebut, Scottish Marine Animal Stranding Scheme, yang mengunggah sejumlah foto paus tersebut dan rinciannya di Facebook pada Minggu. Kelompok tersebut menyebutkan hewan mamalia tersebut memiliki panjang sekitar 14 meter dan berat 20 ton.

Kelompok tersebut menyampaikan, sampah dalam perut paus berbentuk bulatan besar yang isinya bundelan tali, gelas plastik, tas, sarung tangan, tali pengepakan dan tabung. Sebuah foto menunjukkan jaring ikan yang diletakkan di sebelah paus.

Belum jelas apakah sampah tersebut penyebab kematian paus tersebut, tapi kemungkinan mengganggu proses pencernaannya, kata Direktur Scottish Marine Animal Stranding Scheme, Andrew Brownlow, dalam sebuah surel pada hari Senin.

"Hal yang tak lumrah dalam kasus ini adalah besarnya volume (sampah)," ujarnya, dilansir dari laman The New York Times, Selasa (3/12).

Admin Facebook kelompok tersebut, Dan Parry yang bertugas menjaga Pantai Luskentyre bebas sampah, mengatakan dia menyaksikan pembedahan perut paus tersebut. Dia juga mengunggah foto paus di grup Facebook Scottish Marine Animal Stranding Scheme.

"Kami berada di pulau terluar, dan (sampah) ini mengambang di samudera dari seluruh wilayah dunia," kata Parry dalam sebuah surel pada Senin.

1 dari 2 halaman

Darurat Sampah di Laut

Penemuan sampah dalam perut paus, lumba-lumba dan kura-kura sering terjadi. Tapi paus cenderung menarik perhatian besar karena besarnya jumlah sampah yang ditemukan dalam perutnya.

Pada Maret, paus mati juga ditemukan di Filipina dengan sekitar 40 kilogram sampah plastik dalam perutnya. Bulan selanjutnya, lebih dari 21 kilogram sampah plastik termasuk tas belanja dan tempat makanan sekali pakai ditemukan di dalam perut seekor paus di Italia.

"Ini adalah pengingat suram dampak sampah plastik di lingkungan laut," katanya.

Paus tersebut dikubur di pantai dengan bantuan anggota penjaga pantai dan tim penanganan setempat, menurut kelompok laut Skotlandia.

"Benar-benar tak ada pilihan lain," kata Parry.

2 dari 2 halaman

Kematian Paus

Direktur Eksekutif Konservasi Paus dan Lumba-Lumba Amerika Utara di Massachusetts
Regina Asmutis-Silvia, mengatakan kebanyakan paus yang mati tidak terdampar di pantai seperti yang terjadi di Skotlandia.

"Beberapa penelitian menemukan jumlah paus terdampar hanya beberapa atau sekitar 2 persen dari jumlah kematian paus," ujarnya.

"Dan ketika kasus paus terdampar ini menarik perhatian terhadap sampah laut, sebuah masalah yang kita semua pasti bisa bantu untuk menyelesaikannya, itu juga harus menarik perhatian pada hilangnya paus, pemain kunci dalam kelangsungan hidup kita sendiri," tambahnya. [pan]

Baca juga:
Paus Bungkuk Sepanjang 10 Meter Ditemukan Mati di Pantai Balikpapan
Penampakan Belasan Ekor Paus yang Terdampar di Pantai Selatan NTT
Hiu Bintang 7 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Wanasalam
Terdampar di Pantai, Hiu Paus Hebohkan Warga Lumajang
Paus Pembunuh Mati Terdampar di Pantai Argentina
Paus 6 Meter Terdampar dan Tewas di Pantai Lumajang

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini