Paus Fransiskus: Saya bukan Marxis

Minggu, 15 Desember 2013 14:10 Reporter : Vincent Asido Panggabean
Paus Fransiskus: Saya bukan Marxis Paus Fransiskus. ©theguardian

Merdeka.com - Dalam sebuah wawancara dengan koran asal Italia La Stampa, Paus Fransiskus membantah tuduhan bahwa dia adalah seorang Marxis, setelah pemimpin umat Katolik sejagat itu baru-baru ini mengkritik tentang kapitalisme yang tidak terkendali.

"Ideologi Marxis salah. Tetapi saya telah bertemu dengan banyak orang-orang Marxis dalam hidup saya yang merupakan orang baik, jadi saya tidak merasa tersinggung. Tidak ada dalam nasihat saya yang tidak ditemukan dalam doktrin sosial kegerejaan," kata Paus Fransiskus kepada La Stampa, seperti dilansir situs the Huffington Post, Ahad (15/12).

Paus merujuk kepada sebuah nasihat apostolik dia tulis di bulan November lalu. "Selama masalah-masalah masyarakat miskin tidak secara radikal diselesaikan dengan menolak otonomi mutlak pasar serta spekulasi keuangan, dan dengan menyerang struktural penyebab ketidaksetaraan, maka tidak akan ada solusi yang ditemukan untuk masalah-masalah di dunia," ucap Paus dalam nasihatnnya waktu itu.

"Seperti perintah Tuhan 'Janganlah engkau membunuh' ini memberi batasan yang jelas untuk melindungi nilai-nilai kehidupan manusia, hari ini kita juga harus mengatakan 'engkau tidak boleh' mengabaikan kepada sebuah pengecualian dan ketidaksetaraan ekonomi. Sebuah ekonomi yang membunuh," lanjut nasihat Paus lainnya.

Kata-kata Paus itu kemudian menerima kritikan keras dari kalangan konservatif Amerika, termasuk Rush Limbaugh, yang mengatakan ucapan Paus itu murni Marxisme. "Kapitalisme yang tidak terkendali? Itu tidak ada di mana saja. Kapitalisme tidak terkendali adalah sebuah ungkapan sosialis liberal untuk menggambarkan Amerika Serikat. Tak terbatas, tidak diatur," kata Limbaugh.

Selain menanggapi kontroversi itu, Paus Fransiskus juga menyatakan kepada La Stampa mengenai pemikirannya sebagaimana dia akan memperingati Natal pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik.

"Natal adalah peristiwa pertemuan Tuhan dengan umatNya," ucap Paus. "Natal juga menjadi sebuah penghiburan, sebuah misteri penghiburan. Setelah misa tengah malam saya sering menghabiskan waktu selama satu jam atau menyendiri di kapel sebelum merayakan misa fajar. Saya merasakan penghiburan dan kedamaian yang mendalam."

[fas]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Paus Fransiskus
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini