Paula White, Guru Spiritual Trump yang Kini Jadi Pegawai Gedung Putih

Rabu, 6 November 2019 08:10 Reporter : Pandasurya Wijaya
Paula White, Guru Spiritual Trump yang Kini Jadi Pegawai Gedung Putih paula white. ©Sam Hodgson for The New York Times

Merdeka.com - Dwight D Eisenhower dan Richard M. Nixon punya Billy Graham, guru spiritual yang dikenal sebagai Pastornya Amerika. Barack Obama punya Rick Warren, penulis "The Purpose Driven Life" yang menjadi buku paling laris nomor dua dalam sejarah Amerika setelah Alkitab.

Dan kini Donald Trump punya Paula White.

White, seorang penceramah Katolik yang berdomisili di Negara Bagian Florida, sekaligus penasihat spiritual pribadi Presiden Donald Trump kini resmi menjadi pegawai Gedung Putih. Trump mengenal White sejak 2002 silam. White menikah tiga kali dan tinggal di sebuah rumah mewah.

Dikutip dari laman the New York Times, pekan lalu, menurut pejabat Gedung Putih, White akan bekerja di Kantor Hubungan Publik yakni sebuah divisi di dalam Gedung Putih yang bertugas menjalin hubungan dengan sejumlah kelompok masyarakat dan organisasi yang menjadi andalan mendulang suara dukungan Trump.

Dia akan ditugasi memberikan konsultasi spiritual untuk lembaga Prakarsa Iman dan Kesempatan yang dibikin Trump tahun lalu lewat keputusan presiden dengan tujuan memberi suara lebih kepada kelompok agama di program-program pemerintah. Lembaga ini bertugas membela kebebasan beragama dan memerangi kemiskinan.

Ketika Trump akan kembali mempertahankan jabatannya untuk periode kedua, dia tidak bisa mengabaikan dukungan dari kelompok agama konservatif yang memberikan suara signifikan atas kemenangan pada 2016.

Trump berupaya memastikan dukungan kelompok agama ini tetap besar baginya dengan mengeluarkan sejumlah keputusan presiden, pertemuan kabinet dan menunjuk hakim-hakim federal yang disukai kelompok agama itu.

1 dari 1 halaman

Memuji Trump

Namun White tidak dengan mudah dikategorikan sebagai aset politik. Dia memiliki banyak pengikut Nasrani yang percaya dengan ajaran Alkitab tentang kesejahteraan bahwa Tuhan akan memberkati orang yang imannya kuat dengan kekayaan, kesehatan, dan rezeki lainnya. White ingin para pengikutnya mencari kekayaan dan kesehatan--kerap disebut ajaran kesejahteraan--yang sebagian umat Nasrani menganggap ajaran itu menyimpang. Dan kehadiran White sebagai penasihat spiritual Trump menjadi sumber perdebatan di kalangan pastor.

Meski menimbulkan kontroversi, White masih setia mendampingi Trump. Dia bahkan diundang dalam pelantikan Trump dan sudah beberapa kali menjadi tamu kehormatan di Gedung Putih. Dalam wawancara dengan The New York Post baru-baru ini untuk mempromosikan buku barunya, White mengaku dia terkadang mengunjungi gedung Putih beberapa kali dalam sepekan.

Dalam wawancara itu White menyanjung-nyanjung sosok Trump.

"Dia sangat menguasai keadaan. Dia bukan orang yang spontan. Dia jauh melampaui orang-orang, mirip pemikir strategis," ujar White.

Sejak bertahun-tahun lalu Trump menyebut White sebagai teman dan pastor pribadinya. Ketika dia maju menjadi calon presiden 2016, Trump meminta bantuan White untuk dukungan spiritual baginya. Dan Kamis lalu Gedung Putih membenarkan White secara resmi menjadi pegawai Gedung Putih, masuk dalam jajaran pemerintah. [pan]

Baca juga:
Menantu Donald Trump Izinkan Saudi Tangkap Jamal Khashoggi
Turki Akan Pulangkan Tahanan ISIS ke Negara Asalnya
Ketika Presiden Donald Trump Nonton MMA
Assad Puji Trump Presiden Terbaik AS dan Musuh yang Jujur
Donald Trump Soal Pemimpin Baru ISIS: Kami Tahu Persis Siapa Dia
DPR AS Lanjutkan Proses Pemakzulan Trump, Partai Republik Melawan

Topik berita Terkait:
  1. Donald Trump
  2. Amerika Serikat
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini