Tentara Irak amankan jalur pipa minyak ke Iran

Kamis, 8 Februari 2018 06:31 Reporter : Farah Fuadona
Tentara Irak amankan jalur pipa minyak ke Iran Kilang minyak di daerah Dibis pinggiran Kirkuk. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Militer Irak melancarkan operasi keamanan di sepanjang jalur pipa minyak ke Iran. Pihaknya mengatakan telah membersihkan musuh yang mengganggu, di wilayah pegunungan perbatasan dua negara.

Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (7/2), pejabat perusahaan minyak Irak telah mengumumkan pada Desember lalu, akan mengirimkan minyak mentah dari Kirkuk ke kilang Kermanshah di Iran.

"Tujuan kami untuk menegakkan keamanan dan stabilitas, dari sisa-sisa anggota militan dengan meluncurkan operasi keamanan pada Rabu dini hari, untuk kembali menguasai daerah-daerah di sebelah timur Tuz Khurmato," kata seorang pejabat angkatan bersenjata Irak, Rabu (7/2).

Operasi keamanan ini melibatkan sebanyak 9 Divisi Lapis Baja tentara Irak, Divisi Tanggap Darurat Kementerian Dalam Negeri dan pasukan milisi Iran, yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), dan pasukan udara dari koalisi pejuang Kurdi Peshmerga anti-ISIS.

Seorang pejabat Pemerintahan Daerah Kurdistan pro pemerintah telah mengonfirmasi keterlibatan pasukan Peshmerga pada operasi ini.

Sumber PMF mengatakan, sekitar 200 hingga 500 pejuang yang menjadi ancaman. Sedikitnya terdapat dua kelompok bersenjata yang diketahui aktif di wilayah tersebut. Kelompok pertama merupakan sisa-sisa anggota ISIS dan kelompok kedua merupakan gerilyawan yang dikenal dengan nama 'Bendera Putih'. Sumber lain mengatakan jumlah militan kemungkinan mencapai 500 dan 1.000 orang.

Menurut seorang analisis keamanan di Baghdad, Hisham al-Hashimi, para pejuang 'Bendera Putih' diyakini berasal dari populasi Kurdi yang mengungsi saat pasukan Pemerintah Irak dan pendukung Syiah Iran, mengambil alih wilayah di sekitar Kirkur dan Tuz Khurmato pada Oktober.

"Mereka tidak berafiliasi dengan ISIS atau Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG," katanya, merujuk pada kelompok semi-otonom Kurdi di Irak Utara.

Pejabat militer Irak mengakui adanya kelompok ini, namun menolak mengomentari kepemimpinan mereka. "KRG tak memiliki hubungan sama sekali dengan kelompok ini," kata seorang pejabat Kurdi.

Para pejabat Irak pada Desember lalu mengumumkan rencana untuk mengirim minyak mentah dari Kirkuk ke kilang Iran Kermanshah. Menurut rencana, pengiriman itu dimulai pekan lalu. Pemerintah Baghdad menolak memberi alasan tertundanya pengiriman itu.

Irak dan Iran setuju untuk menukar minyak mentah sampai 60.000 barel per hari yang diproduksi di Kirkuk dengan minyak Iran untuk dipindahkan ke Irak selatan.

Penjualan minyak mentah Kirkuk telah terhenti sejak pasukan Irak menguasai wilayah Kurdi pada Oktober lalu. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Irak
  3. Iran
  4. Jakarta
  5. Minyak Iran
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini