Pasukan Israel Tembak Remaja Putri Palestina Hingga Tewas

Jumat, 1 Februari 2019 13:00 Reporter : Hari Ariyanti
Pasukan Israel Tembak Remaja Putri Palestina Hingga Tewas Mayat Wanita Palestina. ©2019 REUTERS/Ammar Awad

Merdeka.com - Pasukan Israel menembak seorang remaja putri Palestina berusia 16 tahun hingga tewas. Penembakan ini terjadi setelah remaja putri ini setelah dituduh menikam polisi perbatasan di titik pemeriksaan wilayah perbatasn antara Tepi Barat dan Yerusalem.

Berdasarkan laporan media setempat dan polisi, polisi perbatasan Israel menembakkan senjatanya ke Samah Zuheir Mubarak, seorang pelajar dari Tepi Barat, Ramallah, di Al Zaeem yang merupakan titik pemeriksaan yang memisahkan permukiman ilegal warga Yahudi di Tepi Barat dengan lingkungan yang terletak di Yerusalem Timur yang diduduki Israel. Demikian dilansir dari Middle East Monitor, Jumat (1/2).

Keluarga Samah Zuheir menetap di Jalur Gaza. Keluarga menyebut pasukan Israel yang menembak Samah sebagai orang berdarah dingin.

Dalam video yang dirilis polisi Israel, Samah terlihat sedang berjalan menuju titik pemeriksaan. Di potongan video lainnya, dia terlihat berdiri di dekat sebuah kendaraan dan sekelompok pasukan Israel. Sesaat kemudian, petugas polisi mundur, remaja itu ditembak dari jarak dekat dan ambruk ke tanah.

Dalam potongan video yang lain, pasukan Israel terlihat menggeledah barang milik Samah seperti buku dan alat tulis dan mengosongkan tasnya. Kepala kepolisian Yerusalem Israel, Yoram Halevi, mengatakan remaja tersebut menarik sebuah pisau dan berusaha menikam tentara Israel yang berjaga di Al Zaeem. Karena itulah dia ditembak.

"Tidak jelas latar belakangnya, apa alasan anak itu (datang ke titik pemeriksaan)," ujarnya sembari menambahkan kejadian itu sedang diselidiki.

Penembakan ini terjadi setelah sedikitnya tiga warga Palestina dibunuh oleh pasukan dan penduduk Israel. Pada Sabtu lalu, Hamdi Naasan (38) dari Desa Al Mugheir, Tepi Barat meninggal setelah menderita luka parah setelah warga Israel dari permukiman terdekat melepaskan tembakan.

Ayman Hamed (18) dimakamkan di desanya di Silwad setelah tentara Israel menembak sampai tewas pada Jumat karena diduga melemparkan batu. Polisi Israel juga membunuh Riyad Shamasneh saat terjadi pengejaran di dekat Gerbang Kota Tua Damaskus di Yerusalem Timur pada Sabtu pagi.

Sejumlah kelompok aktivis HAM lokal dan internasional mengemukakan kekhawatirannya terhadap pasukan keamanan Israel yang kerap menggunakan kekuatan berlebihan ketika menghadapi orang-orang Palestina yang diduga melakukan serangan. Polisi Israel melonggarkan aturan penembakan terang-terangan pada bulan Desember 2015, yang memungkinkan petugas melepaskan tembakan dengan amunisi langsung pada mereka yang melempar batu atau bom api sebagai opsi awal, tanpa harus menggunakan senjata biasa terlebih dulu. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini