Pasukan Israel Serang Pawai Peringatan Hari Nakba ke-74, 16 Orang Palestina Terluka

Senin, 16 Mei 2022 10:34 Reporter : Hari Ariyanti
Pasukan Israel Serang Pawai Peringatan Hari Nakba ke-74, 16 Orang Palestina Terluka Rakyat Palestina memperingati peristiwa Nakba (bencana) ke-74 di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki . ©Mohamad Torokman/Reuters

Merdeka.com - Rakyat Palestina memperingati Hari Nakba ke-74 pada Minggu (15/5). Peringatan ini digelar di berbagai kota, termasuk di luar negeri.

Dalam peringatan Nakba di gerbang utara menuju Al-Bireh, kota di Tepi Barat, pasukan Israel menyerang warga Palestina yang menggelar pawai dan dilaporkan 16 orang terluka.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (16/5), Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyampaikan, tujuh korban luka disebabkan peluru tajam dan tiga korban terluka karena terkena peluru baja yang dilapisi karet. Empat orang lainnya dilaporkan mengalami gangguan pernapasan setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan pasukan Israel.

Nakba atau 'bencana' terjadi pada 15 Mei 1948 ketika Israel didirikan sebagai negara Yahudi dan mengusir sekitar 750.000 orang Palestina dari rumah dan tanah air mereka. Hari Nakba diperingati setiap tahun untuk mengingatkan dunia tentang kekejaman penjajah Israel.

Nakba yang berasal dari bahasa Arab ini mengacu pada pembersihan etnis sistematis dua pertiga populasi Palestina oleh paramiliter Zionis antara 1947-1949 dan penghancuran masyarakat Palestina.

Pasukan Zionis merebut lebih dari 78 persen wilayah bersejarah Palestina, melakukan pembersihan etnis, dan menghancurkan sekitar 530 desa dan kota, serta membunuh sekitar 15.000 orang Palestina dalam serangkaian kekejaman massal, termasuk lebih dari 70 pembantaian.

Peringatan Nakba ke-74 ini dilaksanakan di tengah kemarahan rakyat Palestina atas pembunuhan jurnalis kawakan Al Jazeera, Shireen Abu Aqla. Shireen, orang Palestina dan warga negara AS, tewas setelah ditembak tentara Israel saat meliput di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki pekan lalu.

Peringatan Nakba juga digelar di Doha, Qatar. Komunitas Palestina di kota ini dan juga rekan jurnalis Shireen Abu Aqla berkumpul untuk memperingati Nakba dan mengenang Shireen.

"Banyak orang meyakini bahwa dengan pembunuhan Shireen Abu Aqla, suara rakyat Palestina semakin menyatu," lapor wartawan Al Jazeera dari Doha, Jamal Elshayyal.

"Dia simbolisasi inti perjuangan rakyat Palestina, perjuangan untuk kebebasan, dan ekspresi diri," lanjutnya.

[pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini