Paspor Indonesia tak laku di banyak negara, kalah dari Zimbabwe

Kamis, 2 April 2015 10:27 Reporter : Ardyan Mohamad
Paspor Indonesia tak laku di banyak negara, kalah dari Zimbabwe Ilustrasi paspor

Merdeka.com - Lembaga Henley & Partners membuat peringkat negara dengan paspor terbaik yang dapat memudahkan akses warganya bepergian ke seluruh dunia untuk 2015.

Hasilnya, Finlandia, Swedia dan inggris ada di peringkat teratas berbarengan, karena pemegang paspor tiga negara itu dapat bepergian ke 174 negara tanpa perlu repot mengurus visa alias dokumen izin masuk dan tinggal di sebuah negara dalam periode tertentu.

Semakin banyak negara memberikan kemudahan bebas visa, maka nilai paspor itu turut meningkat, seperti dilansir dari Visa Restriction Index 2015 yang diperoleh merdeka.com, Kamis (2/4).

Paspor Indonesia terpuruk dalam daftar ini. Keuntungan pemegang paspor dari Tanah Air dinilai cuma setara warga Pantai Gading, sama-sama posisi 72 di dunia.

Pemegang paspor Indonesia cuma bebas visa ke 56 negara, nyaris semuanya sama-sana negara berkembang. Cuma Hong Kong dan Jepang (itupun dengan syarat) terhitung wilayah ekonomi maju, yang memberikan kemudahan bebas visa bagi WNI.

Paspor Zimbabwe saja bisa membuat seseorang bebas melenggang ke 61 negara tanpa harus mengurus dokumen lain. Indonesia juga ketinggalan jauh dibanding Samoa, yang memberikan akses pemegang paspornya ke 85 negara.

Indonesia juga jauh tertinggal dibanding negara besar di ASEAN. Pemegang paspor Malaysia (peringkat 8 dunia) bisa enak bepergian ke 166 negara tanpa perlu direpotkan visa. Brunei, menguntit di posisi 17, memberi kemudahan serupa untuk 150 negara.

Sebelumnya diberitakan, tak lakunya paspor Indonesia ini karena pemerintah tidak aktif menerapkan asas resiprokal. Artinya, Indonesia jarang membebaskan visa bagi negara lain, sehingga WNI juga tetap dikenakan visa.

Itulah sebabnya pada pertengahan Maret lalu, pemerintah akhirnya menambah 30 negara masuk daftar bebas visa masuk wilayah Indonesia. Tujuannya, pelan-pelan negara-negara itu diminta menerapkan asas resiprokal.

"Kalau kita berikan (bebas visa), kita juga harus diberikan," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Istana Negara, Senin (16/3).

Presiden Joko Widodo yakin keamanan dalam negeri tidak terganggu dengan adanya penerapan bebas visa bagi 45 negara asing. Jokowi bahkan membandingkan ada sebuah negara yang menerapkan bebas visa untuk 150 negara lain, namun keamanan tetap terjaga.

"Ya negara lain berani 150 juga keamanan ndak terganggu. Bandingin saja negara lain (bebas visa) untuk 150 negara, kita baru 15," kata presiden.

Negara-negara yang baru saja mendapat pembebasan visa ke Indonesia misalnya Amerika Serikat, Austria, Denmark, Norwegia, Finlandia, Polandia, Hongaria, Ceko, Kanada, Rusia, Inggris, Perancis, Jerman, Bahrain, Oman, Afrika Selatan, dan Qatar.

Omong-omong, ini 10 besar negara yang paspornya paling 'laku' di dunia merujuk peringkat survei Henley:

Finlandia

Jerman

Inggris

Swedia

Kanada

Amerika Serikat

Denmark

Belgia

Jepang

Korea Selatan [ard]

Topik berita Terkait:
  1. Imigrasi
  2. Survei
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini