Parlemen Kanada Sebut Perlakuan China Terhadap Uighur Merupakan Genosida

Selasa, 23 Februari 2021 14:19 Reporter : Hari Ariyanti
Parlemen Kanada Sebut Perlakuan China Terhadap Uighur Merupakan Genosida Kamp Muslim Uighur di Xinjiang. ©REUTERS/Ben Blanchard

Merdeka.com - Parlemen Kanada menetapkan sebuah langkah yang tak mengikat, menyatakan perlakukan China terhadap minoritas muslim Uighur merupakan genosida, menekan pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau mengambil langkah yang sama.

Langkah tersebut, didukung oposisi Partai Konservatif, disahkan melalui pemungutan suara dengan perolehan 266:0 di DPR pada Senin, walaupun Trudeau dan hampir semua anggota kabinetnya abstain.

Langkah itu juga diubah sebelum pemungutan suara untuk meminta Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan lokasi Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing jika penindasan terhadap Uighur terus berlanjut.

“Lebih dari 1 juta Uighur dan Muslim Turki lainnya sedang dan telah ditahan di kamp-kamp. Kesaksian yang telah kami dengar dari para saksi mata dan penyintas sangat mengerikan,” jelas pemimpin Partai Konservatif, Erin O’Toole kepada wartawan setelah pemungutan suara.

“Ada penderitaan nyata yang sedang terjadi di China. Terjadi genosida dan orang Kanada, meskipun kami adalah pedagang bebas dan saya sangat bangga menjadi partai pasar bebas, nilai-nilai kami tidak untuk dijual,” jelasnya ketika ditanya tentang potensi dampak ekonomi dari langkah tersebut, dilansir Aljazeera, Selasa (23/2).

Para pembela HAM dan ahli PBB telah menyampaikan sedikitnya 1 juta muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang, China. China membantah tuduhan tersebut, berdalih kamp tersebut merupakan pusat pelatihan vokasi untuk melawan gerakan ekstremisme agama.

Baca Selanjutnya: Duta Besar China untuk Kanada...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Muslim Uighur
  3. Uighur
  4. Kanada
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini