Parlemen Iran dukung UU yang akui Yerusalem ibu kota Palestina

Kamis, 28 Desember 2017 10:57 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Parlemen Iran dukung UU yang akui Yerusalem ibu kota Palestina Kota Yerusalem. ©2017 REUTERS/Ammar Awad

Merdeka.com - Anggota Parlemen Iran memilih undang-undang yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina. Pengakuan itu diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai negara anggota.

Undang-undang tersebut berawal dari pemungutan suara dari anggota parlemen Iran. Dari 290 anggota parlemen, 207 memilih mendukung undang-undang tersebut.

Pembicara dari Parlemen Iran, Ali Larijani, mengatakan RUU tersebut terbilang penting, mengingat pengumuman Trump pada 6 Desember yang memerintahkan untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem.

"Keputusan itu muncul sebagai reaksi dari keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dengan harapan menjadi sebuah pukulan bagi umat Islam," kata Ali, dilansir dari News Week.

Perintah tersebut bisa membatalkan kebijakan luar negeri AS terkait dengan kesepakatan perdamaian dari konflik Israel-Palestina

Orang-orang Palestina ingin Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan. Lokasi ini memiliki situs suci seperti Haram al-Sharif, atau Tempat Suci Mulia, bagi umat Islam, dan situs ketiga yang paling suci dalam Islam.

Ini adalah tempat yang diperebutkan oleh Muslim dan Yahudi. Mereka menyebutnya Temple Mount, salah satu situs tersuci dalam Yudaisme. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini