Para Predator Seksual dengan Korban Ratusan Orang

Rabu, 8 Januari 2020 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Para Predator Seksual dengan Korban Ratusan Orang reynhard sinaga. ©CPS

Merdeka.com - Kasus pemerkosaan dengan korban hingga ratusan orang ternyata tak hanya terjadi pada kasus Reynhard. Pelaku biasanya menggunakan beragam modus untuk menggaet korbannya. Baik pria maupun wanita. Pelaku tak pandang bulu untuk memilih korban, tua maupun muda bahkan anak-anak.

Kasus Reynhard Sinaga salah satu yang menarik perhatian. WNI yang masih berstatus mahasiswa ini melakukan pemerkosaan terhadap 195 pria di London, Inggris selama 2,5 tahun. Akibatnya, Reynhard harus menjalani hukuman seumur hidup untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tak hanya Reynhard, berikut para predator seksual dengan mangsa korban hingga ratusan orang:

1 dari 4 halaman

Richard Huckle

Pelaku pedofilia asal Inggris, Richard Huckle melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 200 anak di bawah umur saat berada di Malaysia. Richard hanya mengakui 71 tuduhan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Malaysia yang berusia enam bulan hingga 12 tahun pada 2016. Atas perbuatannya, Richard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Richard pertama kali berkunjung ke Malaysia saat berusia 18 atau 19 tahun. Dia kemudian merawat anak-anak sambil melakukan pekerjaan sukarela. Dalam melakukan aksinya, menurut Court News UK, Richard menyamar sebagai guru bahasa Inggris untuk merawat dan melecehkan anak-anak di sebuah komunitas miskin Malaysia selama sembilan tahun.

Di persidangan, Richard mengaku bekerja sebagai fotografer lepas. Kemudian pada 2014, Richard ditangkap di Bandara Gatwick ketika pulang dari Malaysia, tempat dia melakukan sebagian besar kejahatannya. Dia menceritakan telah melakukan pelecehan terhadap anak-anak. Cerita itu dijelaskan di blognya yang diterbitkan di deep web, web yang tidak mudah diakses oleh pengguna umum.

Dalam blognya, Huckle menamai dirinya "Pedopoints". Dia mengaku telah melecehkan 191 anak. Dia memaksa para korban berpose untuk mengiklankan bisnisnya dan menulis panduan 60 halaman berjudul "Pedofil & Kemiskinan: Panduan Kekasih Anak".

Huckle ditangkap ketika polisi Australia memberi tahu pihak berwenang dalam penyelidikan ke situs web pedofil yang menurut pejabat memiliki 9.000 anggota sebelum ditutup.

Richard ditemukan meninggal di penjara Full Sutton di Yorkshire, Inggris, Oktober 2019. Media Inggris melaporkan bahwa Richard telah ditikam hingga mati.

2 dari 4 halaman

Viktor Lishavsky

Pria asal Rusia, Viktor Lishavsky, melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap siswi di bawah umur. Akibatnya, dia harus menjalani hukuman 22 tahun dan enam bulan penjara. Pengadilan di Komsomolsk-on-Amur menyatakan, Viktor melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap lebih dari 900 siswi umur 13 tahun.

Dia dinyatakan bersalah atas pemerkosaan anak di bawah umur. Perbuatannya termasuk tindakan kejahatan khusus. Karena memaksa korban di bawah umur untuk melakukan tindakan seksual. Menurut pernyataan pengadilan, Oktober 2018.

Dia juga dihukum karena menggunakan kekerasan terhadap gadis di bawah 16 tahun dan kasus penyiksaan.

Lishavsky memperlakukan korbannya seperti budak seksual. Dia mengakui semua yang dituduhkan. Namun dia menolak memberikan bukti di persidangan tertutup di Komsomolsk-on-Amur di Timur Jauh Rusia.

3 dari 4 halaman

Fanwell Khumalo

Pada 2004, Fanwell Khumalo melakukan pemerkosaan, penculikan, dan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur. Pengadilan Tinggi Johannesburg memberikan hukuman pada Fanwell selama lebih dari 270 tahun penjara atas tuduhan 103 kasus pemerkosaan, penculikan dan perbuatan tidak senonoh.

Hakim Max Labe mengatakan, Fanwell memperkosa anak-anak sekolah selama tiga tahun. Modusnya, berpura-pura menjadi polisi. Namun Khumalo tetap menampik meskipun ada 23 DNA positif dari sampel yang diambil dari korban dan pakaian mereka.

"Kau telah menyebabkan penderitaan yang tak terhitung pada lebih dari 40 anak dan keluarga mereka," kata Labe.

Fanwell, mantan koki yang biasa melayani artis-artis Hollywood di Gold Reef City ini ditangkap pada 7 Maret 2001.

4 dari 4 halaman

Reynhard Sinaga

Reynhard Sinaga, 36 tahun, mahasiswa asal Indonesia, divonis penjara seumur hidup karena dinyatakan bersalah atas pemerkosaan terhadap 48 pria di Kota Manchester, Inggris, Senin (6/1).

Menurut keterangan polisi seperti dilansir dari laman the Guardian, Senin (6/1), Reynhard diduga memperkosa sedikitnya 195 pria selama 2,5 tahun dengan cara membujuk mereka ke apartemennya lalu memperkosa mereka ketika korbannya tertidur.

Reynhard terbukti bersalah melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 pemerkosaan yang direkam melalui dua kamera ponsel. Polisi belum mengidentifikasi sedikitnya 70 korban Reynhard lainnya.

Reynhard mengatakan korbannya menikmati perbuatannya dan berpura-pura pingsan ketika menjalani aksi bejat itu. Tapi pengadilan menolak pembelaan Reynhard. [dan]

Baca juga:
Mengenal Obat GHB yang Dipakai Reynhard Sinaga untuk Membius Korbannya
WNI yang Terjerat Kasus Berat di Luar Negeri
Pernyataan Universitas Manchester Tentang Kasus Pemerkosaan Reynhard Sinaga
Awal Mula Terbongkar Skandal Pemerkosaan Ratusan Pria Oleh Reynhard Sinaga di Inggris
KBRI London Dampingi Reynhard Sinaga Dalam Proses Hukum di Inggris

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini